Menyiasati kemacetan di GT Cikarang Utama dari arah Jakarta

Akhir-akhir di GT Cikarang Utama dari arah Jakarta selalu terjadi kemacetan di pagi dan sore hari. Penyebabnya adalah pembangunan tiang jembatan akses tol Jababeka yang memakan sebagian ruas jalan.

Kemacetan diGT Cikarang Utama dilihat melalui Google Maps (Panah kuning)

Kemacetan di GT Cikarang Utama dilihat melalui Google Maps (Panah kuning)

Setelah saya perhatikan beberapa kali, ternyata lajur paling kiri paling cepat bergerak dan melepaskan diri dari kemacetan. Kenapa bisa demikian? Karena ternyata gerbang tol paling kiri maju beberapa puluh meter ke depan dibanding deretan gerbang tol sebelah kanan. Selain itu gerbang tol paling kiri biasanya dilewati bus-bus dan truk-truk yang lebih bernyali untuk merangsek ke depan saat terjadi kemacetan.

Kemacetan gi GT Cikarang Utama dan pembangunan tiang jembatan

Kemacetan gi GT Cikarang Utama dan pembangunan tiang jembatan

Nahh fenomena ini bisa kita mafaatkan. Saya telah mencobanya sore tadi. Menjelang GT Cikarang Utama saya langsung ambil lajur paling kiri. Saya menguntit sebuah truk pengangkut mobil. Truk tersebut benar-benar menjadi pembuka jalan. Begitu keluar GT Cikarang Utama ia langsung merangsek ke depan. Ukurannya yang besar membuat kendaraan-kendaraan lain ciut nyali. Dengan mengekor di belakngnya saya pun segera terlepas dari kemacetan.

Silahkan mencoba!

Jembatan Siphone Cibeet ditutup selama dua bulan untuk perbaikan. Jalur Bekasi – Karawang via Kalimalang terputus.

Jembatan Siphone Cibeet yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Karawang via Kalimalang ditutup selama dua bulan untuk perbaikan. Penutpan dilakukan sejak tangal 2 April 2016 jam 00:00.

Selain untuk memperbaiki jembatan yang rusak parah (berlubang-lubang), penutupan ini juga dalam rangka pembuatan jalur pipa air dari Kalimalang yang memotong jalan.

Jembatan Cibeet ditutup selama dua bulan untuk perbaikan

Jembatan Cibeet ditutup selama dua bulan untuk perbaikan

Badan jalan yang tertutup alat berat menjelang Jjembatan Cibet dari arah Cikarang

Badan jalan yang tertutup alat berat menjelang Jjembatan Cibet dari arah Cikarang

Bagi anda dari Cikarang yang hendak ke KIIC atau Teluk Jambe ada dua aternatif. Pertama memutar melalui Karawang via Jalan Pantura. Kedua memutar melalui GIIC Delta Mas via Bendungan Cibeet kemudian masuk melalui Artha Industrial Hill/San Diego Hill.

jalur alternatf

Jalur alternatif Bekasi -Karawang

Dari 60 juta menjadi ratusan juta

“Tinggal di mana?”, tanya temanku.

“Di Taman Cibodas, Lippo Cikarang”, jawabku.

“Wahh, mengalami harga rumah dari 50 juta ke satu milyar, dong.”, ia menimpali sambil tertawa.

“Gak sampai satu milyar lah. Paling cuman 300 jutaan untuk yang belum renov.”

Meski kini sudah tinggal di Tangerang, teman kantorku yang pernah tinggal di Delta Mas dan Lembah Hijau ternyata masih mengikuti perkembangan harga rumah di Cikarang. Ia bercerita betapa susahnya dulu ketika ia akan menuju Delta Silicon 2 dari Delta Mas. Ada tiga pilihan semuanya tidak enak dan selalu macet, 1. Masuk tol keluar di GT Cikarang Barat, 2. Lewat Jl. Kalimalang, 3, Lewat kantor Pemda Bekasi via Pasar Serang.

Dulu, Taman Cibodas adalah lokasi paling terisolir di Lippo Cikarang. Tidak ada ruko dan minimart. Jika berbelanja harus ke Jl. Sisingamangaraja di dekat Waterboom Lippo Cikarang. Sejak kantor PT Lippo Cikarang berpindah ke Elysium, kemudian Delta Silicon 3-5 dibangun, lalu dibangun jalan tembus ke Delta Mas dan diikuti dengan pembukaan GT Cibatu KM34,7, semua berubah 180 derajad. Taman Cibodas justru menjadi lokasi terdepan di Lippo Cikarang. Konon sejak itu pula harga rumah di Taman Cibodas yang masuk kategori RSS langsung meroket.

Meski demikian Taman Cibodas tetap saja tidak terlalu ramai karena pusat keramaian berada di area komersial di luar komplek dan letaknya agak jauh. Taman Cibodas tetap menjadi sanctuary. Cocok bagi mereka yang saat pulang ke rumah ingin beristirahat dan tidak terganggu oleh hiruk pikuk.

 

Traffic Engineering

Sabtu malam Minggu saya ada janji dengan teman di Villa Mutiara Cikarang, tepatnya di Warung Ayam Bakar Monyet. Termasuk kategori orang rumahan dan tidak pernah hang out di malam hari, saya baru tahu ternyata Cifest Walk di depan Villa Mutiara Cikarang sangat ramai di malam Minggu.

Begitu ramainya sampai menimbulkan kemacetan luar biasa di Jl Raya Cikarang-Cibarusah. Kemacetan itu sudah terjadi ketika saya keluar dari arah kawan industri Hyundai ketika akan berbelok ke kiri.  Saya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menerobos kemacetan tersebut.

Kosep Cifest memang bagus, sayangnya jalan-jalan di sekitarnya terlalu sempit untuk menampung luberan pengunjung. Tempat parkir juga kurang memadai. Dari sisi pengunjung dan pemakai jalan, banyak yang memarkir kendaraan di tepi jalan, angkot yang ngetem seenaknya dan klub-klub motor yang memajang kendaraannya di sepanjang tepi jalan ikut menambah kemacetan.

Dan akhirnya saya pun terlambat 20 menit akibat dari kemacetan tersebut.

Teringat dengan pameo “bukan seberapa dekat tetapi seberapa lama” Maksud dari pameo tersebut adalah seringkali yang dekat membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama dibanding dengan yang jauh.

Donor Darah Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau – Lippo Cikarang

Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau – Lippo Cikarang kembali menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah. Kegiatan ini rutin dilakukan dari tahun ke tahun dan sekarang memasuki kegiatan yang ke-29. Jadwal donor darah di tahun 2015 adalah sebagai berikut: 07 Juni, 06 September dan 06 Desember.

Jika anda ingin mendonorkan darah  jangan lupa untuk beristirahat dan tidur cukup sehari sebelum donor darah. Syarat lain adalah berusia antara 18-60 tahun, tidak menyusui/sedang hamil, badan dalam keadaan sehat dan jika sebelumnya sudah melakukan donor darah minimal dilakukan 3 bulan yang lalu.

Donor Darah di Jadwal Donor Darah di Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau - Lippo Cikarang

Donor Darah di Jadwal Donor Darah di Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau – Lippo Cikarang

Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Cibodas, Lippo Cikarang.

Pawai seni Reog Ponorogo

Reog Ponorogo di Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Reog Ponorogo di Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Pawai sepeda hias

Pawai sepeda hias Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Pawai sepeda hias Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Lomba mewarnai

Lomba mewarnai - Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Lomba mewarnai – Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Lomba makan kerupuk

Lomba makan kerupuk - Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Lomba makan kerupuk – Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Festival pakaian Nusantara

Pakaian adat nusantara - Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Pakaian adat nusantara – Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Salut dengan kerja keras panitia yang mengawal rangkaian acara demi acara sehingga berjalan dengan lancar dan sukses.

Ti tuutt!! Ti tuutt!! Suara pedagang siomay

Malam itu terasa gerah sekali. Pintu rumah kubuka untuk mendapatkan udara segar dari luar. Waktu menunjukkan pukul 21:30 saat suara ti-tuutt! ti-tuutt! terdengar melintas di depan rumah. Aku menengok ke arah datangnya suara dan sempat bertatap muka dengan penjual siomay yang sedang melintas.

Dari sekilas pandangan aku melihat ada sekilas harapan agar aku memanggilnya untuk membeli dagangannya. Sayang sekali aku sudah sangat kenyang. Aku ingat, aku pernah memiliki sekilas harapan tersebut puluhan tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di Sekolah Dasar.

Pedagang siomay ini memang selalu melintas ketika hari sudah malam. Entah dia mulai berjualan jam berapa. Melihatnya masih berkeliling di waktu malam untuk mendapatkan pembeli sering membuatku terenyuh. Di saat sebagian besar orang sudah berada di rumah untuk beristirahat ataupun berkumpul dengan keluarga ia masih harus berkeliling untuk menjemput rejekinya.

Berbeda dengan pedagang yang menetap dan didatangi pelangganya, pedagang keliling adalah orang-orang yang mengandalkan nasib dan peruntungan untuk mendapatkan rejekinya. Pedagang keliling adalah orang-orang yang tawakkalnya tinggi. Mereka memasrahkan rejekinya saat berkeliling berusaha menemukan pembelinya.

Berbeda dengan orang-orang gajian yang bersyukur hanya sebulan sekali saat menerima slip gaji. Pedagang keliling  bersyukur dari tiap lembar rupiah yang didapatkan dari pelanggannya.  Andai dalam sehari para pedagang tersebut melakukan 50 transaksi dan ia bekerja selama 24 hari per bulan maka setidaknya ia telah bersyukur sebanyak 1200 kali dalam sebulan. 1: 1200 sebuah perbandingan yang jauh sekali. Maka jangan heran jika nanti pada saat yaumul hisab mereka melenggang duluan ke surga meninggalkan kita, orang-orang gajian.