LG Service Bus|Upaya mendekatkan diri ke konsumen

Selain memberikan jasa perbaikan, bus ini juga memberikan informasi produk-produk LG yang sedang dicari konsumen. Bus ini akan melakukan roadshow ke beberapa kota di pulau Jawa dalam setahun kedepan. Siapa tahu kota anda akan disinggahi oleh bus ini.

LG Service Bus

Berita selengkapnya ada di InfoKomputer dan Chip

Iklan

Alat-alat elektronik yang semakin kecil dan terintegrasi

Miniaturisasi dan integrasi adalah dua kata kunci pengembangan berbagai perangkat elektronik untuk komputasi, telekomunikasi dan hiburan bahkan navigasi. Pada awalnya pengembangan dari masing-masing perangkat tersebut berjalan sendiri-sendiri tanpa pernah bersinggungan apalagi berintegrasi.

Kita menyaksikan perkembangan perkembangan perangkat telepon dari jaringan kabel analog, lalu digital lalu telelpon nirkabel analog dan akhirnya telepon nirkabel digital baik itu di jaringan GSM  maupun CDMA. Pada awalnya telepon nirkabel tersebut melulu hanyalah perangkat telekomunikasi dengan amat sedikt sekali fitur (hiburan) tambahan. Layar  penampilnya hanyalah layar LCD beresolusi rendah bahkan di awal hanya monokromatik.

Sampai awal 90-an televisi tidak mengalami perkembangan berarti sejak pertama kali ditemukan. Layarnya masih memakai tabung sinar katoda yang tebal dan berat. Setelah itu hadir teknologi layar datar dan tabung gambar yang lebih ramping. Berikutnya hadir teknologi layar PDP yang memungkinkan layar yang sangat lebar.

Kelemahan layar PDP yang lebih berat, panas dan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi diatasi oleh teknologi LCD. Hadirnya teknologi LCD (secara massal) ini pada akhirnya merevolusi perangkat-perangkat elektronik lainnya.

Integrasi alat-alat elektronik. Semakin kecil dan menyatu.

Ketika pabrikan LCD berhasil memproduksi layar berwarna yang sangat  tipis dan hemat daya, pada saat yang sama pabrikan prosesor dan chip bisa memproduksi prosesor yang berdaya rendah namun berkecepatan tinggi. Ditambah dengan  teknologi transmisi data nirkabel sudah bisa melakukan pertukaran data berkapasitas besar maka dimulailah proses integrasi itu.

Kini perangkat telekomunikasi yang kita pegang bukan hanya sekedar alat komunikasi saja. Walaupun masih menyandang nama telepon seluler ataupun telepon genggam pada dasarnya ia telah berevolusi menjadi peralatan multi fungsi. Ponsel generasi terbaru sudah menyatukan fungsi telekomunikasi, hiburan, navigasi dan komputasi (ringan).

Ini adalah peringatan bagi para produsen elektronik untuk perangkat-perangkat elektronik yang berfungsi dasar/tunggal, misalnya: monitor, telepon rumah, dekstop komputer, pemutar musik portabel dan (bukan tidak mungkin) laptop. Cepat atau lambat perangkat-perangkat dengan fungsi tunggal tersebut akan ditinggalkan oleh pemakainya karena kini mereka bisa mendapatkan semua fungsi tersebut cukup dengan satu perangkat dalam genggaman saja.

iRiver Story HD|eBook reader beresolusi tinggi

Setelah sukses dengan Cover Story, iRiver kembali meluncurkan eBook reader baru yakni Story HD.  iRiver Story HD memilik resolusi yang lebih tinggi dibanding pendahulunya. Jika Cover Story beresolusi 800×600 maka Story HD memiliki resolusi 1024×768 dengan 16 tingkat grayscale.

Selain tampilan yang lebih tajam, Story HD memiliki daya tahan baterai yang lebih lama. Dengan Story HD kita dapat membaca sampai 14.000 halaman buku sebelumbaterai habis. Artinya sekali isi baterai bisa bertahan sampai kurang lebih satu setengah bulan.

Daya tahan baterai iRiver Story HD

Produk yang baru diluncurkan beberapa bulan lalu ternyata sudah ada yang menawarkan di Indonesia. Anda bisa mendapatkan eBook reader ini di FJB Kaskus. Harganya masih cukup mahal, 3.200.000 (non-garansi). Harga non-garansi tersebut ternyata masih lebih mahal dibanding harga resmi di Singapura, $349.

Desain iRiver Story HD mirip dengan iRiver Story yang memakai keyboard Qwerty

*Gambar-gambar diambil dari situs iriver.com

Prosesor AMD seri E membuat komputer murah tidak murahan

Ketika aku melihat laptop murah merek Asus seharga 3,4 juta aku menjadi bertanya-tanya kenapa harganya bisa semurah itu. Ternyata kuncinya terdapat pada prosesor. Laptop tersebut memakai prosesor AMD E-350.

AMD E-350 ditujukan untuk komputer entry level yang selama ini diisi oleh prosesor Intel Atom series.

Para pengguna Atom selama ini banyak yang komplain tentang kinerja CPU yang lambat (respon Windows yang lambat, perpindahan antar aplikasi yang lambat ketika multitasking) dan kinerja GPU yang rendah (tidak bisa memainkan game terbaru dan tampilan video yang tidak sempurna). Meski demikian sebagian orang menganggapnya wajar karena harga prosesor Atom yang murah (ono rego ono rupo).

AMD E-350 bermaksud membalik semua anggapan itu. Mereka bermaksud menciptakan prosesor murah tetapi kinerja CPU dan GPU-nya lebih bagus daripada kinerja prosesor Intel Atom.

Meski demikian karena prosesor ini kategori entry level maka kita tidak bisa membandingkannya dengan prosesor Intel i-series. Mappingnya ada pada gambar berikut ini.

AMD vs Intel

AMD vs Intel

Tapi satu hal yang pasti, untuk kinerja yang sama AMD selalu memberikan harga yang lebih murah. Dan itulah yang dicari oleh konsumen yang ingin membeli laptop dengan anggaran minim atau mereka yang benar-benar memikirkan timbal balik antara biaya dan kinerja berapapun anggaran yang mereka miliki.

Jika masih penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh tentang seluk-beluk prosesor AMD E-series silahkan berkunjung ke laman berikut ini:

AMD Unveils “Brazos” Platform for Notebooks and Netbooks

AMD “Zacate” APU First Look: E-350 Performance and Benchmarks

Sennheiser MX 80|Earphone murah meriah

Bisa jadi MX 80 adalah salah satu earphone termurah dari Sennheiser. Dengan harga hanya 120.000  (Harika Music, Lippo Cikarang, padahal di tempat lain hanya 80.000 😦 ) jauh dibawah MX270/280 yang harganya berada di kisaran 160.000-180.000. Sesuai dengan harganya maka tidak ada yang spesial dari earphone ini. Jack 3,5mm yang biasanya berlapis emas (gold plated) kini hanya stainless steel biasa (bisa jadi silver plated, i’m not sure).

Sennheiser MX 80

Suara bass terasa mantap (cenderung over) ketika kupakai untuk mendengarkan Inside Love dari Dira. Sesuai dengan tagline seri ini “Feel The Beat”, nampaknya suara bass memang yang ditonjolkan. Jika anda senang dengan lagu hiphop atau R&B dan menyenangi suara bass yang dalam earphone ini adalah pilihan tepat. Meski demikian suara vokal terdengar cukup jelas  dan bersih walaupun separasi  suara biasa-biasa saja.

Karena menonjolkan bass suara treeble kurang bisa keluar. Berdasarkan pengalaman, kita bisa mengurangi kedalaman suara bass dengan melepas earbud. Resikonya telinga menjadi agak sakit jika kita memakai earphone tersebut dalam jangka waktu yang lama. Bisa juga anda memainkan setting-an equalizer untuk menonjolkan suara treeble.

Sepeda impor lebih bagus?|Hati-hati dengan posisi rem yang terbalik

Sebagian dari kita pasti masih ada yang beranggapan bahwa barang-barang impor kualitasnya lebih baik. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah mengingat sebagian barang-barang tersebut berasal dari negara-negara yang teknologi manufakturnya lebih bagus dari negara kita. Hanya sebagian dari kita mungkin tidak berpikir lebih jauh dengan mengajukan pertanyaan, apakah cocok untuk saya (kebiasaan/standar orang Indonesia)?

Kita tentu tidak meragukan kualitas mobil Ford atau Chrysler. Tetapi apakah anda mau membelinya ketika posisi setirnya ada di sebelah kiri? Sedangkan kita tahu bahwa bahwa di Indonesia semua kendaraan beroda empat menggunakan setir kanan karena kebiasaan/standar di Indonesia bahwa kita harus berjalan di sebelah kiri.

Sepeda Giant - Perhatikan posisi tuas rem dan arah kabel remnya (sumber: http://autobus.cyclingnews.com)

Begitu juga dengan sepeda. Kita tentu tidak meragukan kualitas sepeda bermerek Giant/Dahon. Tetapi bagaimana jika ketentuan/cara pengereman dibalik? Sepeda Giant yang dijual ke pasar Amerika Serikat meletakkan tuas rem belakang pada setang sebelah kanan dan tuas rem depan pada setang sebelah kiri (kalau tidak salah Dahon juga demikian). Hal ini tentu berlawanan dengan kebiasaaan/standar orang Indonesia dimana untuk rem belakang tuas remnya di sebelah kiri dan rem depan sebaliknya. Artinya sepeda tersebut asal diimpor, belum disesuaikan dengan standar dan kebiasaan orang Indonesia.

Di sinilah letak kekurangan (bahayanya). Karena sedari kecil kita selalu memakai sepeda dengan tuas rem belakang di sebelah kiri maka kebiasaan/reflek kita sudah terbentuk. Begitu ada rintangan atau kondsi darurat reflek kita pasti akan bekerja (tanpa melalui analisa/otak) melakukan pengereman belakang baru pengereman depan. Apa jadinya jika reflek itu justru melakukan pengereman depan terlebih dahulu? Pasti akan fatal. Pengereman depan yang dilakukan secara tiba-tiba akan membuat anda terjungkal. Jika itu terjadi pada turunan dan kecepatan tinggi bisa membuat kita terlempar dari sepeda.

Hal itulah yang terjadi pada kedua rekan saya (memakai sepeda Giant). Pada kasus pertama karena rekan di depan berhenti secara tiba-tiba maka ia melakukan pengereman mendadak agar tidak menabrak, secara reflek dia menekan tuas rem sebelah kiri (rem depan). Tetapi untung hal tersebut terjadi pada kecepatan rendah di trek datar berupa jalan tanah. Hanya belepotan lumpur saja.

Kasus kedua terjadi pada rekan yang bersepeda pada kecepatan tinggi di trek turunan (Lembang). Karena hendak menghindari jalan yang rusak dia reflek melakukan pengereman. Lagi-lagi karena itu gerakan reflek maka tidak sempat berpikir tuas rem sebelah mana. Otomatis reflek (sesuai kebiasaan kita) menggerakkan jari-jari tangan kiri menekan tuas rem, padahal itu rem depan. Rekan yang naas tersebut terjatuh dari sepeda berkecepatan tinggi sehingga kepalanya bocor dan tulang bahunya patah.

Saran saya, bagi anda yang sudah membeli sepeda-sepeda impor dan posisi remnya terbalik hendaknya sesegera mungkin membiasakan dengan kebiasaan baru tersebut. Dan sebaiknya anda tidak berganti-ganti sepeda yang cara pengeremannya berlawanan karena hal itu hanya akan mengacaukan reflek anda. Dan bagi anda yang akan membeli sepeda-sepeda impor itu hendaknya berpikir dua kali atau untuk lebih amannya ditukar saja posisi brake lever-nya (jika bisa).

Mari kita tagih komitmen dari produsen/importir sepeda-sepeda tersebut untuk menyesuaikan produknya dengan standar konsumen di negara tujuan (Indonesia).

Bunga Es|Jangan mengikisnya dengan benda tajam

Untuk menekan harga pada kulkas satu pintu biasanya tidak memiliki fitur de-frost. Fitur de-frost membutuhkan tambahan mekanisme dan sirkuit yang tentunya akan membuat harga kulkas satu pintu tidak kompetitif. Karena itu fitur de-frost biasanya hanya di jumpai pada kulkas 2 pintu ke atas.

Maka untuk menghilangkan bunga es pada kulkas satu pintu harus dilakukan secara manual. Yaitu dengan mengeluarkan isi kulkas, mematikan suplai listrik, dan membuka pintunya lebar-lebar. Tentu saja hal ini merepotkan dan membutuhkan waktu lama.

Kulkas dua pintu - LG

Karena tidak sabar dan bunga es sudah sangat tebal maka aku mengikisnya dengan pisau dan palu karet. Bunga es yang menempel kukikis pelan-pelan dengan pisau sebagai pahat. Walaupun sudah diperingatkan dalam buku manual agar tidak melakukan hal tersebut aku melakukannya dengan percaya diri karena bunga es sudah sangat tebal (sekita 3 cm). Kalupun kukikis 2,5 cm masih ada sisa jarak yang cukup aman dengan dinding freezer.

Cess…cess…cess! Bunga es pun berguguran. Sedikit demi sedikit ketebalan bunga es berkurang. Karena terlalu asyik membuatku kurang hati-hati ketika mengikis bongkahan terlalu besar. Karena agak keras kupukul dengan tenaga lebih. Lalu tiba-tiba….. CEEESSSSS……!!!!!! Gas berwarna putih memancar deras dengan suara mendesis. Reflek segera kutarik tanganku dan kututup pintu kulkas. Masih beruntung tanganku tidak terkena semburan refrigeran yang bisa mengakibatkan frost-bite.

Apa yang diperingatkan buku petunjuk menjadi kenyataan. Dinding kompartemen freezer berlubang dan refrigeran menyembur keluar sampai habis.

Jangan pernah mengikis bunga es dengan benda-benda tajam.