Memanfaatkan kulkas bekas sebagai rak/lemari buku

Beberapa orang mungkin terpikir untuk memanfaatkan kulkas bekas sebagai lemari makanan. Tetapi pernahkah anda berpikir bahwa kulkas bekas sebenarnya juga bisa kita manfaatkan sebagai lemari/rak buku.

Tidak ada persiapan khusus agar kulkas bisa dijadikan sebagai rak buku. Anda hanya perlu mencucinya sampai bersih agar sisa-sisa makanan atau bau menjadi hilang. Jangan lupa untuk menjemurnya di bawah sinar matahari. Selain akan mengeringkan air dengan sempurna, sinar ultraviolet juga akan menghilangkan bau yang tersisa di kulkas.

Kulkas bekas sebagai rak buku

Setelah itu anda bisa memakai rak-rak maupun kompartemen untuk menyimpan koleksi buku anda yang mungkin sudah meluber dari rak buku yang ada.

Iklan

Pengalaman mencari rumah di Cikarang

Setelah bertahun-tahun menjadi kontraktor, pada tahun 2007 kuputuskan untuk segera memiliki rumah baru walaupun tabungan masih cekak. Impianku untuk memiliki rumah di Islamic Village pupus karena harganya yang membubung tidak terjangkau. Sungguh aku sangat menyukai lingkungan di sekitar kontrakanku. I like the livelihood very much.

Kendalanya adalah lokasinya yang terlalu jauh dari tempat kerjaku yang baru Kawasan Industri MM2100. Tiga propinsi harus kulewati tiap hari, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Belum lagi kemacetan yang sering mengintai ketika melewati Jakarta. Karena itu pula bus jemputan mesti berangkat pagi-pagi jam 05:20 agar tidak terjebak kemacetan di Tomang.

Sebenarnya di Cikarang tidak kekurangan perumahan mulai dari perumahan di sepanjang Jl Raya Setu, Cikarang Utara, Cikarang Baru, Lippo Cikarang, Taman Sentosa, Villa Mutiara hingga Mega Regency dan Kota Serang Baru.

Dengan diantar seorang teman yang memiliki motor aku berkeliling untuk melihat-lihat perumahan tersebut. Banyak diantaranya yang tidak sesuai dengan kriteria yang kumiliki. Misalnya drainase yang kurang bagus, tidak ada jaringan air bersih, kurang fasilitas pendukung (ruko/pasar, taman, sekolah, dll), jalan akses yang sempit, kurang hijau, dll. Memang tidak mudah mendapatkan rumah dengan kriteria di atas sementara bujet untuk mendapatkannya sangat cekak. Sebenarnya perumahan elit memenuhi semua kriteria di atas namun tidak terjangkau oleh seorang buruh seperti diriku.

Akhirnya ada seorang Marketing perumahan yang datang ke kantor kami. Bersama dengan beberapa orang teman kami di antar ke lokasi perumahan yang dia tawarkan. Kesan pertama begitu menggoda. Sebuah bulevar yang hijau dengan trotoar yang cukup lebar untuk pejalan kaki maupun sebagai joging track. Median jalannya sangat lebar dengan pepohonan yang lebat, tinggi dan rindang. Yang lebih menyenangkan lagi terdapat bike lane di sepanjang bulevar tersebut.

Tentu saja yang berada di sepanjang bulevar tersebut adalah pusat-pusat bisnis, perbelanjaan dan perkantoran. Tapi setidaknya bulevar tersebut memberikan oase bagi penghuninya ketika berangkat maupun pulang dari kerja.

Ruko Ventura - Lippo Cikarang

Rumah yang ditawarkan cukup jauh dari bulevar hijau yang menjadi pusat bisnis tersebut, sekitar 5 km. Meski demikian jalannya cukup bagus dan lebar dengan pepohonan yang rindang. Masih banyak tanah dan rumah yang kosong.Lokasinya benar-benar terpencil dan paling jauh. Saat itu tidak ada pertokoan di sekitarnya sehingga jika ingin berbelanja mesti keluar dulu sejauh 4 km.

Drainase sangat bagus, kemiringan tanah cukup tinggi. Terdapat sebuah sungai di lembah sehingga peluang terjadi banjir sangat kecil. Jalannya mulus dengan pepohonan angsana di kiri kanannya.

Dengan sistem klaster maka tidak ada pagar di setiap rumah hal ini membuat kesan rapi karena rumah-rumah menjadi seragam tanpa pagar yang berbeda-beda atau berwarna-warni. Selain itu tidak adanya pagar membuat kesan lega.

Masjid atau musholla

Dari tadi berkeliling aku belum menjumpai masjid atau musholla di perumahan ini. Hmm, bisa berabe nih padahal aku sudah kepincut dengan perumahan ini. Tidak mungkin aku tinggal/bermukim di perumahan yang tidak ada masjidnya. Setelah bertanya ke marketingnya dia menunjukkan sebuah rumah yang difungsikan sebagai musholla. Alhamdulillah, ada tempat yang bisa dipakai sebagai sholat berjamaah walaupun kurang representatif.

Well, aku harus membidik perumahan di sepanjang jalan yang terdapat musholla tersebut. Nah ini dia, nomer 63 masih belum terjual. Walaupun tidak percaya dengan angka sial/beruntung namun aku suka dengan angka cantik ini. 63 jika dijumlahkan akan menghasilkan angka 9.

Tak terasa kini sudah tiga tahun tinggal di perumahan ini. Banyak perubahan yang terjadi bahkan terasa sangat cepat. Hanya satu kilometer dari rumah kini terdapat pusat bisnis dengan deretan ruko-ruko (ekspedisi, mini market, warung, toko bangunan&listrik, salon, spa, kontraktor, playgroup, laundry, bimbingan belajar, IT, dll) dan kantor pusat PT Lippo Cikarang Tbk. Dua kilometer terdapat sport center dan pujasera (padahal belum tentu memanfaatkan fasilitas ini  ) yang sedang dalam proses pembangunan. Masih dalam jarak yang sama terdapat Green Mall, pusat penjualan tanaman hias.

Alhamdulillah, lima puluh meter dari rumah sudah berdiri sebuah masjid yang sangat bagus hasil dari swadaya warga dan sumbangan seorang dermawan. Masjid yang kami rencankan bisa berdiri dalam empat tahun ternyata hanya membutuhkan waktu satu tahun saja.

I like this place, Taman Cibodas – Lippo Cikarang

Standar kualitas air bersih | Kualitas air bersih WTP Lippo Cikarang

Setelah melalui serangkaian tes, terbukti bahwa air bersih yang diproses oleh WTP Lippo Cikarang berkualitas sangat baik dan layak konsumsi.

Berikut perbandingan antara standar kualitas air bersih berdasarkan SK MenKes No.416/MENKES/PER/IX/1990 dengan hasil penelitian terhadap kualitas air WTP Lippo Cikarang.

Standar kualitas air bersih (SK MENKES No. 416/MENKES/PER/IX/1990)

Sumber: GOOD NEWS LIPPO CIKARANG – edisi September 2010

Lokasi perumahan terbaik dan terjangkau | Cikarang

Pada dasarnya di manapun anda memiliki rumah tidak akan pernah rugi kecuali daerah tersebut langganan banjir. Semakin lama jumlah penduduk akan semakin banyak, kota-kota semakin berkembang sehingga daerah yang dulunya merupakan daerah pinggiran kini malah menjadi pusat keramaian.

Sampai dengan radius 50 km dari Jakarta, perumahan-perumahan yang berada dalam jangkauan tersebut memiliki prospek yang cerah di masa mendatang. Jakarta yang sudah padat membutuhkan kota-kota satelit untuk menyangganya. Bahkan kini kota-kota satelit itupun seolah-olah sudah menyatu dan menjadi bagian tak terpisahkan dari Jakarta, misalnya Ciputat, Depok, Bintaro, Tangerang dan Bekasi. Jika tidak ada tugu batas wilayah pasti anda akan kesulitan untuk menentukan batas-batas dari wilayah tersebut dengan Jakarta.

Karena hal itu pula maka perumahan-perumahan di daerah-daerah tersebut menjadi semakin mahal dan tidak terjangkau. Kini untuk mendapatkan rumah yang layak kita harus mencari lokasi yang lebih jauh lagi dari Jakarta yang harganya masih terjangkau.

 

New interchange @ Cikarang

 

Salah satu lokasi yang memenuhi kriteria tersebut adalah Cikarang. Terletak pada radius 30 km dari Jakarta, Cikarang masih memiliki beberapa perumahan dengan harga terjangkau. Bahkan beberapa pengembang besar seperti Lippo Cikarang dan Jababeka masih menyediakan rumah-rumah dengan tipe kecil.

Alternatif lain adalah perumahan-perumahan yang terletak di sepanjang Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, misalnya Villa Mutiara Cikarang, Mega Regency, Taman Sentosa, dll. Walaupun terletak agak jauh dari Jakarta tetapi perumahan-perumahan di wilayah ini selalu laris manis karena banyak kawasan industri di sekitarnya. Setidaknya ada 6 kawasan industri besar di Cikarang, a.l. MM2100, Delta Silicon, EJIP, BIIE, Jababeka I, Jababeka II. Karyawan-karyawan dari perusahaan-perusahaan yang berada di dalam kawasan industri tersebut adalah konsumen terbesar dari perumahan-perumahan di Cikarang. Terutama untuk rumah-rumah tipe xx/60, xx/72 dan xx/90.

Penyebab lain maraknya perumahan di daerah tersebut adalah adanya dua pengembang besar di kawasan itu, yaitu Jababeka dan Lippo Cikarang. Hadirnya pengembang besar biasanya akan selalu diikuti pengembang yang lebih kecil. Hal ini wajar karena pengembang besar biasanya menyediakan fasilitas-fasilitas yang lebih lengkap sehingga pengembang kecil bisa “nebeng”.

Konsumen pun akan tertarik untuk membeli rumah jika lokasinya dekat dengan pusat perbelanjaan, pendidikan, hiburan dan kesehatan. Walaupun itu bukan di kompleks perumahan yang akan mereka tempati tetapi yang paling penting fasilitas-fasilitas tersebut tidak terlalu jauh dari rumahnya.

Rumah berteralis

Apakah rumah anda pintu dan jendelanya memakai teralis? Apakah anda membiasakan diri menggantung anak kunci di pintu bagian dalam? Apakah pintu keluar hanya satu? Pernahkah terpikirkan bagaimana anda menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran?

Rumah kita mestinya aman bagi harta kita dan (lebih-lebih) nyawa kita. Rumah berteralis membuat proses menyelamatkan diri pada saat terjadi kebakaran menjadi lebih sulit karena satu-satunnya jalan hanya melalui pintu. Akan lebih susah lagi jika anak kuncinya tidak tergantung di daun pintu. Karena dalam kondisi panik kita akan sulit menemukan tempat penyimpanannya. What do you think?

Checklist sebelum membeli rumah

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan ketika akan membeli rumah.

1. Lokasi
a. Seberapa jauh dari tempat kerja? Mungkin rumah yang anda beli cukup murah tetapi membuat anda mengeluarkan biaya transport yang cukup tinggi karena lokasinya terlalu jauh.
b. Jalan akses. Seberapa lebar jalan akses ke sana. Yang dimaksud di sini adalah jalan menuju komplek perumahan anda, bukan jalan di dalam komplek. Bisa saja jalan di dalam komplek row 12 tapi jalan aksesnya lebih sempit. Hal ini berpotensi menimbulkan kemacetan. Perhatikan juga apakah ada simpul-simpul kemacetan seperti pasar tumpah, pabrik, dll.
c. Bebas banjir. Jika memungkinkan, survei lokasi perumahan di saat musim hujan. Jika anda men-survei pada musim kemarau maka perhatikan seberapa lebar dan dalam saluran airnya. Jika air menggenang dan tidak mengalir dengan lancar maka ada kemungkinan akan meluap di musim hujan.

2. Air bersih
Disarankan agar memilih perumahan yang memiliki jaringan air bersih. Air tanah tidak bisa dijamin konsistensi kualitas dan suplainya. Untuk perumahan yang padat ada kemungkinan tercemar bakteri akibat jarak antara sumur dan septic tank yang terlalu dekat. Jika perumahan dibangun di lahan bekas rawa atau sawah biasanya keasaman air tanahnya tinggi. Air tanah akan melimpah di musim hujan tetapi akan menurun di musim kemarau. Ketika daerah sekitar masih kosong maka banyak daerah resapan air. Begitu daerah sekitar sudah banyak dibangun rumah maka resapan air akan berkurang.

3. Infrastruktur
Anda harus yakin bahwa developer akan membangun semua fasilitas yang dijanjikan. Akan lebih bagus jika fasilitas- fasilitas utama (jalan, jaringan listrik dan air) sudah ada meskipun rumah belum terbangun untuk memberikan kepastian.

4. Kebersihan
Beberapa perumahan menyediakan fasilitas pengangkutan sampah setiap hari, pemotongan rumput dan penyapuan jalan secara berkala. Tentu kita tidak ingin sampah menumpuk dan mengeluarkan bau tidak sedap akibat tidak terbuang.

5. Keamanan
Rumah dengan tipe cluster memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena hanya ada satu akses masuk. Lingkungan yang tidak terlalu luas juga memudahkan pengontrolan keluar masuknya orang.

6. Tempat ibadah
Bagi muslim adanya mushola atau masjid adalah hal yang sangat penting karena sholat berjamaah sangat dianjurkan (diwajibkan) bagi laki-laki. Selain itu masjid adalah cara tercepat bagi anda untuk mengenal dan bersosialisasi dengan tetangga.

7. Transportasi
Lebih bagus jika rumah anda dekat dengan jalan utama yang dilewati berbagai sarana transpotasi agar anda mempunya banyak pilihan ketika ingin bepergian. Beberapa perumahan menyediakan shuttle bus dan angkutan internal.

8. Pasar
Kebanyakan perumahan sekarang sudah dilengkapi dengan ruko sehingga memudahkan kita untuk berbelanja kebutuhan sehari. Tetapi jika anda ingin berbelanja dalam jumlah besar dan banyak jenis barang maka berbelanja di pasar akan lebih murah.

9. Pendidikan
Terdapat sarana pendidikan yang memadai dan terjangkau. Untuk daerah Jabodetabek sepertinya tidak terlalu bermasalah karena sekolah-sekolah tersebar merata.