Geographical indications|Indikasi geografis dalam produk-produk pertanian, makanan dan industri kreatif

Indikasi geografis kini menjadi sangat penting karena ia adalah kualitas yang melekat pada produk-produk pertanian dan makanan yang merupakan aset sangat berharga yang memainkan peran penting dalam mempromosikan perdagangan dan mempengaruhi keinginan konsumen. Seperti halnya merek dagang, Identitikasi Geografis adalah alat pemasaran yang sangat berharga dimana reputasi sebuah perusahaan atau produsen dikaitkan dengan produknya. Pebisnis dan pemerintah Indonesia harus menyadari nilai dari alat pemasaran ini dan berusaha melindungi sejauh mungkin kepentingan bisnis ini dari pelanggaran oleh pihak-pihak lain.

Jika mengacu ke Amerika Serikat, di bawah undang-undang Merek Dagang di Amerika Serikat, istilah-istilah geografis tidak bisa didaftarkan sebagai mereka dagang jika mereka merupakan deskripsi geografis yang mana sebuah barang atau jasa berasal. Alasannya adalah produsen lain di wilayah tersebut harus bisa menggunakan istilah geografis tersebut untuk mendeskripsikan asal produk atau jasanya karena itu tak seorang pun bisa menghalangi orang lain untuk menggunakannya. Alasan lain adalah untuk melindungi konsumen. Jika sebuah produk atau jasa sengaja memalsukan deskripsi geografisnya maka konsumen akan rugi karena alasan utama pembelian produk atau jasa itu akibat reputasi yang melekat pada deskripsi geografis tersebut.

Salah satu produk pertanian yang marak dengan praktik pelanggaran Indikasi Geografis ini adalah kopi. Indonesia yang terdiri dari puluhan pulau besar, dengan aktivitas vulkanik yang tinggi sehingga memiliki beragam kondisi tanah dan lingkungan menghasilkan cita rasa kopi yang beraneka ragam dan berkualitas tinggi. Gayo Coffee yang berasalah dari dataran tinggi Aceh, lalu Toraja Coffee yang berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan adalah contoh beberapa Indikasi Geografis yang coba dipatenkan oleh pedagang-pedagang di luar negeri.

Ketamakan kapitalis yang berusaha mematenkan nama-nama dan deskripsi geografis Indonesia harus segera dihadang oleh pemerintah Indonesia. Apalagi dengan semaraknya industri kreatif dan pariwisata akhir-akhir ini kekayaan Indikasi Geografis Indonesia akan memainkan peran yang sangat penting dalam menopang industri tersebut dalam menciptakan produk-produk yang unik dan tidak mungkin dimiliki oleh negara lain.

 

Referensi:

http://www.uspto.gov/ip/global/geo graphical/faq/index.jsp

http://www.cikopi.com/2010/03/tidak-semua-luwak-suka-kopi/

Keahlian versus Tantangan dalam lingkungan kerja

Dimanakah posisi anda saat ini jika menilik gambar di bawah ini? Tidak selamanya kita berada dalam kondisi flow dimana besarnya tantangan sebanding dengan keahlian (kemampuan) kita dalam mengatasinya. Dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan kita di suatu bidang (industri) bisa jadi kita terjebak dalam rutinitas (kurang menantang) yang membuat kita jenuh.

Keahlian vs. Tantangan dan implikasinya*

Kejenuhan itu memang tidak serta merta datang. Sebelum datangnya rasa jenuh itu seringkali kita merasa percaya dan puas diri karena tantangan/tugas yang kita tangani bisa kita selesaikan dengan sempurna. Lalu setelah tantangan/tugas serupa datang lagi maka kepuasan kita semakin menurun karena kita semakin mudah menyelesaikannya. Akhirnya kita pun merasa jenuh.

Perasaan jenuh itu membuat beberapa orang berusaha mencari tantangan di luar. Baik itu dengan benar-benar keluar dari tempat kerjanya sekarang atau dengan berdiri di atas dua kaki. Mencari tantangan memang tidak harus meninggalkan posisi kita sekarang. Beberapa orang mencari tantangan itu dengan menyibukkan diri dalam organisasi nirlaba, menekuni hobi baru atau hobi lama yang selama ini terlupakan. Ada juga yang mencoba mengusir rasa jenuhnya dengan mengambil kursus ketrampilan atau bersekolah lagi. Sebagian lainnya mungkin mencoba untuk berwirausaha.

Jika kita perhatikan, solusi untuk menghilangkan rasa jenuh itupun sebenarnya bisa dilakukan di dalam lingkungan kerja. Beberapa perusahaan yang menyadari hal ini menyediakan fasilitas pengusir rasa jenuh itu. Mereka memberikan fasilitas olahraga, kesenian, pelatihan/training, organisasi keagamaan, organisasi ekonomi (koperasi) dengan harapan produktivitas pekerja akan meningkat.

Perusahaan adalah entitas bisnis jadi wajar saja setiap pengeluaran harus memberikan imbal-balik. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan kesempatan/fasilitas tersebut seoptimal mungkin tentunya dengan tidak melanggar etika dan kejujuran . 🙂

Gaji/Fasilitas vs. Produktivitas**

* Dikutip dari : “Good Business”, Mihaly Csikszenmihalyi, Mizan 2007

** Dikutip dari : “Materi training Industrial Engineering”, PT LG Electronics Indonesia, 2012

Berapa total persiapan dana pendidikan per anak?

Sebenarnya tidak terlalu banyak yang harus kita persiapkan untuk dana pendidikan anak kita.

Cukup 200 saja per anak. 200 juta?? Bukan.

Cukup 200 gram emas dengan rincian sebagai berikut. Untuk SD 13 gram, SMP 25 gram, SMA 37 gram dan Universitas 125 gram. Jika dirupiahkan dengan harga emas sekarang (510.000) maka perinciannya adalah: SD = 6.630.000, SMP = 12.750.000, SMA = 18.870.000, Universitas = 63.750.000, Total = 102.000.000. Artinya jika sekarang kita memiliki dua orang anak maka seharusnya kita sudah memiliki sejumlah 204.000.000 untuk biaya pendidikan mereka kelak.

Yang harus diingat adalah biaya tersebut adalah biaya masuk saja. Sedangkan untuk SPP dan uang sekolah lainnya harus kita anggarkan sendiri.

Keping emas 5 gram dan sertifikatnya

Bagaimana jika kita tidak memiliki sejumlah tersebut? Mulailah menabung dari sekarang. Sisihkan sebanyak yang kita mampu lalu konversikan menjadi emas batangan. Bagaimana jika uang yang kita sisihkan tidak cukup untuk sekedar membeli sekeping emas batangan?

Solusinya gampang. Pergilah ke Pegadaian lalu anda bisa mengkredit emas. Jangka waktu kredit dan besarnya gram emas bisa anda sesuaikan dengan kemampuan. Bunganya terhitung kecil. Rata-rata 1% per bulan. Misalkan anda mengkredit sekeping emas selama 10 bulan maka total bunga yang harus anda bayar adalah 10%. Anda masih mendapatkan return 10% karena rata-rata kenaikan harga emas per tahun adalah 20%.

Segera beraksi. Segera menabung. Boleh kredit, boleh kontan 🙂

Koin emas di Pegadaian

Koin emas di Pegadaian

* Oleh-oleh dari kuliah umum “Strategi Keuangan & Kewirausahaan” oleh Iwan Hartawan, 21 Juni 2012 di PT LG Electronics Indonesia

Menentukan pilihan/prioritas dengan metode Weighted Criteria

Jika sebelumnya kita mengenal metode Forced Pair Comparison, kali ini kita akan memakai metode Weighted Criteria. Metode ini cocok untuk menentukan prioritas atau mengambil keputusan di antara beberapa pilihan yang sejenis. Misalnya saja anda bingung menentukan pilihan dari beberapa merek ponsel yang sekelas. Dengan metode ini anda akan bisa membuat scoring sehingga pilihan anda lebih punya dasar pertimbangan rasional yang cerdas.

Untuk kasus pemilihan ponsel, anda bisa menentukan kriteria-kriteria atau spesifikasi yang menurut anda penting. Misalnya saja spesifikasi yang menurut anda penting dan menjadi pertimbangan utama adalah chipset, internal memory, SD card slot, ukuran layar dan resolusi, kecerahan layar, kapasitas baterai, dan fitu penghemat baterai. Jika anda sudah menentukan kriteria tersebut, langkah selanjutnya adalah bergerilya mengumpulkan spesifikasi-spesifikasi dari ponsel-ponsel yang menarik minat anda.

Misalnya kita punya tiga pilihan ponsel dengan spesifikasi sebagai berikut:

Spesifikasi ponsel LG, HTC dan Samsung

Setelah itu anda bisa mebuat template seperti di bawah ini. Masing-masing kriteria/spesifikasi anda berikan bobot sesuai dengan tingkat kepentingan/urgensinya menurut anda. Misalnya anda berpendapat bahwa chipset dan RAM lebih penting dibanding dengan internal memory, maka anda memberikan bobot 5 untuk chipset dan RAM, sementara untuk internal memory hanya 4.

Setelah anda memberikan bobot kepada semua kriteria/spesifikasi maka langkah selanjutnya anda memberikan skor untuk masing-masing pilihan (dalam hal ini masing-masingponsel). Misalnya karena chipset ponsel LG dan HTC lebih bagus daripada Samsung anda memberikan skor 5, sementara untuk Samsung skornya 4. Langkah ini anda teruskan sampai semua kriteria dan pilihan mendaptkan skor. Pilihan yang mendapat skor terbesar itulah yang akan anda pilih.

Hasil perbandingan smartphone LG, HTC dan Samsung dengan metode weighted criteria

Untuk mempermudah, template di atas bisa anda buat dalam MS Excel agar perhitungannya bisa otomatis.

Menentukan skala prioritas dengan metode Forced Pair Comparison

Forced Pair Comparison adalah sebuah metode atau alat untuk menentukan skala prioritas dari beberapa pilihan. Daftar pilihan tersebut bisa bermacam-macam mulai dari daftar buku, tempat wisata,  ponsel, ataupun kombinasi dari beberapa pilihan yang tidak sejenis. Misalnya anda memiliki empat keinginan yaitu membeli baju, membeli buku, berwisata dan pulang kampung. Sayangnya anggaran anda hanya cukup untuk melakukan dua hal. Maka anda tetap bisa memakai metode ini.

Contoh enam novel yang masuk dalam wish list

Misalnya anda ingin memiliki enam buah novel tetapi anggaran anda terbatas. Anda hanya memiliki uang untuk membeli tiga buah novel. Maka anda  harus memilih tiga novel dari enam novel yang anda inginkan.

Forced Pair Comparison template

Untuk menentukan tiga pilihan terfavorit tersebut anda bisa saling mengadu keenam novel tersebut. Caranya adalah dengan memasangkan keenam novel tersebut satu sama lain dengan bantuan template seperti gambar di atas. Lalu dari tiap pasangan tersebut anda memilih salah satu novel yang lebih anda sukai. Proses ini anda lakukan sampai semua pasangan.

Setelah anda menentukan buku yang lebih anda sukai dari tiap-tiap pasangan maka anda menjumlahkan total skor terpilih dari tiap-tiap buku. Tiga buku yang memiliki skor terbanyak berarti buku itulah yang seharusnya anda beli. Dengan demikian setelah anda melakukan operasi Forced Pair Comparison ini maka novel-novel yang akan anda beli adalah: 1. Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas (skor 5), 2. Bujang dan Puteri Malaka (skor 4), 3. Negeri 5 Menara (skor3)

Aplikasi Forced Pair Comparison dalam menentukan skala prioritas novel-novel yang akan dibeli

Template ini bisa anda perbesar atau perkecil sesuai dengan banyaknya pilihan.

Cara mengecek usia dan mengorek sejarah pesawat yang kita tumpangi

Apakah pesawat yang kita tumpangi masih baru? Jika pesawat lama, maskapai mana saja yang pernah mengoperasikannya? Apakah pesawat tersebut benar-benar milik maskapai bersangkutan ataukah pesawat sewaan? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tentu pernah terlintas dalam benak kita. Berbeda dengan kendaraan pribadi dimana data-data kepemilikan dan tahun pengeluaran adalah rahasia, maka pada pesawat terbang data-data tersebut bisa diakses dengan mudah.

Salah satu kegemaranku ketika pulang kampung dengan pesawat adalah mencatat ataupun mengingat-ingat nomer registrasi pesawat yang baru saja kutumpangi. Kadang aku juga mencatat nomer registrasi pesawat-pesawat lain yang sedang parkir di terminal bandara. Begitu sampai rumah dan terhubung dengan internet maka mulailah petualanganku mengecek sejarah dan usia pesawat-pesawat tersebut.

Citilink dengan nomer registrasi PK-GLC

Sebagai contoh pesawat Citilink pada gambar di atas  memiliki nomer registrasi PK-GLC. Ketika kita masukkan nomer registrasi tersebut pada situs http://www.planespotters.net (masih banyak situs lain yang memuat database pesawat sipil) maka tampaklah sejarah kepemilikan dan tahun pembuatan pesawat tersebut.

Ternyata pesawat tersebut pernah dipakai oleh maskapai di Kolumbia, Irlandia dan Hungaria sebelum dioperasikan oleh Citilink. Pesawat tersebut dibuat pada tahun 1998. Jadi kini usianya sudah 13 tahun lebih. Ternyata kursi pesawat yang kita duduki pernah dikentuti orang Hungaria 🙂

Sejarah dan usia pesawat Citilink dengan nomer registrasi PK-GLC

*gambar pesawat diunduh dari situs http://www.citilink.co.id/

Pekerjaan paling ideal

Pekerjaan paling ideal bagi diri kita akan kita dapatkan jika pekerjaan tersebut merupakaan gabungan dari unsur-unsur ketrampilan, kesenangan/hobi dan bakat. Konsep ini pertama kali dicetuskan oleh Jim Collins pengarang Good to Great dan Build to Last. Mereka yang mendapatkan ketiga hal tersebut dalam pekerjaannya (tidak peduli apakah mereka bekerja sendiri atau bekerja untuk orang lain) akan bekerja penuh dengan energi, vitalitas dan kesenangan.

Pekerjaan paling ideal

Lingkaran pertama “what the people will pay you to do” adalah ketrampilan dan kemampuan profesional yang kita kembangkan selama ini.

Lingkarang kedua “that you have a great passion for” adalah minat, hobi, ide dan faktor-faktor pendorong yang membuat adrenalin anda terpompa.

Lingkaran ketiga “that which you are genetically encoded to do” adalah kita terlahir ke dunia memiliki sebuah misi yang harus kita selesaikan dimana tak seorangpun bisa melakukannya sebaik kita. Lingkaran ketiga ini adalah area yang paling sulit ditemukan dan dipahami.

*Disarikan dari buku Escape from Cubicle Nation – Pamela Slim