Kenapa suka musik rock?

Kenapa suka musik rock? Salah satu jawabannya mungkin karena saya lahir dan besar di Malang. Konon di tahun 70-80an Malang adalah salah satu barometer musik nasional bersama Surabaya, Jakarta, Bandung dan Medan. Karena itu mendengarkan musik rock dan mencari referensi tentangnya mudah dilakukan di Malang karena beberapa stasiun radio menyajikan musik rock dan informasi seputarnya.

Yang paling terkenal dan paling lengkap koleksi musik rocknya pada masa itu adalah Radio Senaputra. Radio Senaputra sangat akrab bagi penggemar musik rock di Malang. Dipandu oleh penyiar dan MC gaek spesialis konser rock Ovan Tobing, Radio Senaputra memiliki acara harian yang sangat ditunggu-tunggu, Jazz Rock Pribumi. Seingat saya meski acaranya bernama Jazz Rock Pribumi tetapi yang paling banyak di-request dan dibahas adalah rock.

Lagu rock yang pertama didengar? Sirkuit dari SAS (1984). Kedua Cinta di Kota Tua oleh Nicky Astria (1986). Yang paling membuat jatuh cinta dengan musik rock adalah Kehidupan oleh Godbless. Lagu Kehidupan  yang dirilis tahun 1988 membuat saya tergila-gila dengan musik rock. Saat itu saya masih di kelas 4 SD. Berawal dari Godbless kemudian saya mengenal berbagai macam genre rock dan grup-grup rock lain dari penjuru Nusantara.

Beruntung meski waktu itu lagu pop (cengeng) merajai musik Indonesia, saya dan beberapa teman SD lebih menyukai musik rock yang gegap gempita dan memiliki lirik yang puitis dan bermakna (rumit). Ya, lirik musik rock masih terlalu sulit untuk dicerna anak-anak SD. Meski tidak begitu paham dengan lirik-liriknya, kami anak-anak SD sering mengadakan konser rock saat jam istirahat. Konser kami lakukan di pematang sawah yang lebar dinaungi pohon-pohon kelapa.

Pengaruh teman sebangku.

Masa SMP (90-93) adalah masa-masa puncak kejayaan musik rock di Indonesia. Bergaul dengan teman-teman yang lebih luas referensi musik rock pun semakin banyak. Saya mulai mengenal lebih banyak musik rock dari dalam dan luar negeri seperti Grassrock, Metallica, Deep Purple dan Sepultura.

Teman sebangku di SMP adalah orang-orang yang mengenalkan Metallica, Grassrock, Guns n Roses, EdanE, Album Festival Rock Indonesia dan beberapa grup/album rock lainnya. Dari mereka saya memiliki kesempatan meminjam kaset-kaset yang harganya waktu itu tidak terjangkau uang saku. Saat kaset berada di tangan saya berkesempatan untuk memfotokopi sampul album yang memuat lirik lagu-lagunya. Bahkan salah satu fotokopian album Metallica sempat bertahan sampai SMA dan menjadi referensi ketika mendengarkan Metallica di radio.

Bon Jovi?

Minggu ini banyak teman-teman seangkatan/semasa yang membahas tentang Bon Jovi yang mengadakan konser di Jakarta. Sempat menyukai beberapa lagunya ketika masih SMA tetapi tidak pernah menjadi band favorit. Karena itu pula ketika hampir semua lagu-lagu lama tersedia mp3-nya (bajakan), hanya beberapa lagu Bon Jovi berada di folder musik saya. Itupun frekuensi saya mendengarkannya tidak sebanyak lagu-lagu rock Indonesia ataupun luar negeri.

Salah satu alasan kenapa tidak terlalu menggemari Bon Jovi karena saya menyukai lagu-lagu dengan lirik yang mengangkat tema-tema sosial dan kemanusiaan dan kurang menyukai lagu-lagu dengan lirik asmara, percintaan, apalagi perselingkuhan. Ya, lirik-lirik lagu Bon Jovi menurut saya terlalu soft. Ini soal selera.

Musik rock yang sering diputar?

Tidak jauh-jauh dari legenda musik rock Indonesia seperti Godbless, Power Metal, Grass Rock, EdanE, Elpamas, Suckerhead, SAS, Album Festival Rock dan legenda musik rock dari negeri tetangga seperti Search dan May. Dari luar negeri Dream Theater dan Metallica.

Khusus untuk rock Malaysia, sebagian besar orang hanya mengenal lagu-lagu slow rock dari Search dan May seperti Isabela, Cinta Kita, Sendiri, Abadi dll. Padahal selain lagu-lagu tersebut Search dan May memiliki lagu-lagu cadas dan gahar seperti Pawana, Emanuelle, Memandu Nafsu (Search), Singa Taring Palsu, Rahsia Kota, Strategi (May). Dan Malaysia memiliki grup cadas sekelas Rotor dan Suckerhead yakni Cromok.

 

Iklan

Tergila-gila dengan Emanuelle (Search)

Hampir tiap hari aku mendengarkan lagu Emmanuelle dari Search setelah sebelumnya sangat menyukai Pawana dan Manusia Reptilia. Emanuelle memiliki speed dan power di atas kedua lagu tersebut. Sangat cocok diputar di pagi hari untuk memompa adrenalin.

Seperti tipikal lagu-lagu 80-90an lainnya, musik disusun dengan rapi dan lirik ditulis dengan serius pastinya tidak melulu soal percintaan. Tema lagu ini mirip-mirip dengan Mas & Mis Merozoth dari Power Metal. Emanuelle berkisah tentang perempuan yang menggunakan kecantikannya untuk memburu ambisi duniawi.

Search bukan hanya Isabela. Mereka juga banyak memiliki lagu-lagu cadas. Beruntung dulu sempat meminjam kaset-kaset Search dari album Fenomena dan Kharisma sehingga aku mengetahui banyak lagu-lagu bagus di dalamnya.

Jika anda tertarik dengan lagu ini, di laman Youtube ada sebuah video yang merekam aksi live Search saat menyanyikan lagu Emanuelle. Tentu saja vokal Amy tidak setinggi dan sekuat dulu. Harap maklum. Meski demikian sayatan gitarnya masih tajam, cabikan basnya kuat dan gebukan drum terdengar mantap.

Selera musik orang Indonesia yang semakin menurun

Invasi fake K-Pop dan band-band (girl band & boy band) karbitan bermodal tampang dan bersuara pas-pasan rupanya telah menurunkan selera musik orang Indonesia. Mereka tidak bisa lagi mengapresiasi vokalis bersuara emas seperti Sandhy Sondoro. Mereka sibuk mengomentari tampang Sandhy Sondoro yang memang tidak sebagus artis-artis Korea yang telah dipermak melalui operasi plastik.

 

Jika kita perhatikan bangsa ini memang jago mengolok-olok dan lemah dalam mengapresiasi. Kita memang harus mengurangi porsi tontonan komedi slapstick yang biasa menjadikan kekurangan fisik pemainnya sebagai bahan olok-olokan.

 

Jika Sandhy Sondoro mereka olok-olok sebagai “Narji Cagur” barangkali mereka akan mengolok-olok Maysa Leak sebagai Kuda Nil karena tubuhnya yang tambun. Be a smart music listener, Guys!

Mas & Miss Merozoth, gay, lesbian dan liberalisme

Ketika aku membaca berita pengusiran penulis India kelahiran Uganda yang sedang melangsungkan bedah bukunya, tiba-tiba saja aku teringat dengan sebuah lagu rock dari tahun 1990.

Lagu berjudul Mas & Miss Merozoth ciptaan salah satu maestro musik rock Indonesia, Donny Fattah, dan dibawakan grup musik cadas dari Surabaya, Power Metal, tiba-tiba kembali menemukan konteksnya. Lagu yang menyoroti perilaku menyimpang dari laki-laki dan perempuan itu menjadi sangat kontekstual mengingat kampanye legalisasi hubungan, perkawinan dan pernikahan sesama jenis alias homoseksualitas begitu gencar saat ini.

Tidak hanya itu, ternyata lagu ini juga mengkritik mereka yang menggadaikan keimanannya demi ambisi (keduniaan). Anda tentu paham siapa yang dimaksud oleh “mereka yang menggadaikan keimanannya”. Salah satu rukun iman adalah meyakini Rasul-Rasul Allah. Yang manakah Rasul-Rasul itu? Tentu saja yang tersebut di dalam Al-Quran. Berdasarkan Al-Quran pula kita mengetahui bahwa tidak ada Rasul lagi setelah Muhammad saw.

Jika kini ada orang-orang yang justru menjadi pembela orang-orang yang hendak mengobrak-abrik rukun iman dengan membela orang-orang yang meyakini ada Rasul setelah Muhammad bukankah mereka telah menggadaikan keimanannya? Entah untuk menuruti keliaran pemikirannya, sekedar mencari popularitas, memperoleh label pendekar HAM atau bahkan sekedar ambisi material mengingat derasnya arus dana yang mengucur dalam proyek dekonstruksi bangunan Islam.

Power Metal

Mas & Miss Merozoth

Cipt. Donny Fattah

Bagai singa Mas menerkam milyaran

Menghujam taring ambisi peranan

Bagai ular Miss memagut jutawan

Membelit rayu Tuan Hartawan

Karna ambisi hilang kehormatan

Karna ambisi lupa keimanan

Hei… hei, Mas Merozoth

Sadarlah jangan jadi singa

Hei… hei, Mis Meloroth

Sadarlah jangan jadi ular

Bila singa atau ular jadi tuan

Jin siluman dijadikan sembahan

Jenis manut jadi dayang dan pelayan

Asap menyan tempat mohon peruntungan

Tiada guna seruan imbauan

Ayat Tuhan jadi olokan

Hei…, Mas… Mas Merozoth

Ingatlah kisahnya kaum Luth

Hei…, Miss… Miss Meloroth

Ingatlah kisah Ratu Balqis

Hei… Hei, Mas… Merozoth

Sadarlah jangan jadi robot

Hei… Hei, Miss Meloroth

Sadarlah imanmu melorot

Reff:

Hei…, Miss ‘n’ Mas Merozoth

Ingatlah ke mana langkahmu

Hei…, Mas ‘n’ Miss Meloroth

Ingatlah ke mana arahmu

Hei…, Mas… Mas Merozoth

Ingatlah kisahnya kaum Luth

Hei…, Miss… Miss Meloroth

Ingatlah kisah Ratu Balqis

Mas Merozoth o Miss Meloroth

Ke mana langkah arahmu????

Cerita dibalik lagu Hungry Ones-Native Deen

National Geographic Indonesia (2010) edisi spesial Detak Bumi menunjukkan bahwa sektor konsumsi Amerika Serikat (AS) yang merupakan motor penggerak ekonomi dunia ternyata sangat tidak efisien. Masyarakat AS adalah masyarakat yang paling boros. Mereka banyak membuang makanan yang mereka konsumsi.

Rata-rata orang AS mengkonsumsi 884,5 kilogram bahan pangan per tahun. Sebanyak 27% dari makanan yang tersedia untuk konsumsi di AS terbuang . Artinya 238,8 kilogram bahan pangan terbuang sia-sia hanya oleh satu orang.

Jika 25% dari makanan yang terbuang di AS disalurkan maka dapat memberi makan 20 juta orang. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk mengatasi bencana kelaparan di Somalia yang hanya berpenduduk 10 juta jiwa.

Native Deen The Remedy (sumber: islamiclyrics.net)

Dengan latar belakang tersebut tidak heran jika Native Deen, grup nasyid beraliran hip hop dari AS, mengangkat tema tersebut dalam salah satu lagu mereka, Hungry Ones.

Hungry Ones

Somewhere in a place close by, there’s a mother with child with tears in her eyes
Somewhere else there a boy on street with no food there to eat and he trying to survive
Another place theres father of five but he can’t get food cause the bombs in the sky
Somewhere there’s senior now who is all out of food and her car won’t drive

But we take this food were blessed with, and we throw it half away
We see there’s so much wasted, that could help so much today
Cause I know we take for granted, a warm meal, clean cup to drink
This silver plate we’re handed, maybe once we should stop and think

[chorus]
We don’t know where the hungry ones have to go.
We don’t see what the hungry ones have to eat
We don’t feel what the hungry ones feel at night
And we don’t hear, when they pray everything’s gonna be alright

Be alright, Be alright,
I’m gonna try to help things be alright.

So that mother she’ll beg on the street to get something to eat, so her baby wont cry
And the kid he will search through the garbage of food we discarded, just to get by
And the father sprints through explosions just to get a loaf and praying he wont die
And the senior walks to a shop, yo for over 10 block in the middle of the night!

So few have our luxury, to have food any kind of way
So many now would love to be, just able to have one meal a day
But we act so wastefully, God knows how our day will end
and how honored their place will be, he hears when they pray to him.
pray to him, pray to him, he hears when they pray to him.

[chorus]

Mari berhemat bahan pangan dan menghabiskan yang terhidang di meja makan.

Muak dengan sinetron Indonesia|Anti sinetron

Malam ini kulihat lagi beberapa adegan membelalakkan mata dan beradu cacian. Bagi mereka yang sudah muak dengan sinetron Indonesia bisa memilih dua theme song berikut ini.

Anti Sinetron – CCCC Band

Ku duduk, terpaku, melihat ke layar kaca,
Menangis, tersenyum, melihat tingkah pola mereka.
Tubuh tubuh berbalut pakaian mini,
Membuat diriku semakin hilang kendali,
Nah ini dia, juga film India, memenuhi kepala dengan paha dan dada,
Hari hariku tak pernah terisi ideologi,
Karena selalu menonton acara begini,
Hey Punjabi, tak ada akal pun jadi,
Mengapa kau buat film-film seperti ini,
Demi uang kau jual harga diri,
Mending kau jualan nasi di pinggir kali,
Lebih menarik, lebih bergengsi, lebih menarik dan juga lebih bergengsi

Reff:

Hey,Hey Bollywood ada di sini
Hey,Hey Indonesia hilang citra diri
Hey,Hey Hollywood ada disini
Hey,Hey Indonesia hilang citra diri

Ada lagi kakaknya Bollywood, itu dia yang namanya Hollywood
Membuat dunia semakin semrawut, lebih baik kudengar Seruling Daud,
Cewek cewek bergaya seperti Anderson, memang yang haram haram kuat seperti Tyson
Kurang cantik tinggal operasi plastik, bisa bisa badanmu semakin menarik,
Kini otak tak lagi dilirik, karena semua diukur dengan fisik,
Mengapa semua ini bisa terjadi?, karena akhlak pun memang telah tersisih,
Apapun yang telah terjadi kini, kupilih jalanku sendiri teman,
Mengapa semua ini bisa terjadi, apapun yang telah terjadi kupilih jalanku sendiri.

Sinetron Indonesia – GRIBS Band

Bila kau ingin lihat
Drama penuh air mata
Penuh dendam orang gila
Saling rebut harta warisan

Bila ingin kau lihat
Para wanita cantik
Seksi menarik menawan hati
Berlagak kayak nenek sihir

Bila kau ingin lihat
Cerita yang menjual mimpi
Cengeng kampungan sedikit murahan
Nyalakan layar televisi

Selama seminggu
Disuguhi itu melulu
200 episode
Cerita tak bermutu

Tutup telingamu
Pejamkan matamu
Kepalkan tanganmu
Kami tak segoblok itu

Reff:
Sinetron sinetron Indonesia
Semuanya hanya ada di dalam
Sinetron Indonesia

Lagu-lagu bertema Ramadan|Ramadan theme songs

Tompi - Soulful RamadanIndiejazz - Sound of Belief

Untuk menambah semarak Romadon, lagu-lagu/nasyid-nasyid berkut ini bisa dimasukkan dalam playlist.

1. Tasya – Album Ketupat Lebaran

  • Ketupat Lebaran
  • Idul Fitri
  • Arti Puasa
  • Sahur Tiba

2. Indiejazz – Album Sound of Belief

  • Chanting for Life

3. Native Deen

  • Ramadan is Here (bisa diunduh gratis dan legal dari Youtube 🙂 )
  • Eid Morning

4. Tompi – Album Soulful Ramadan

  • Ramadan Datang
  • Idul Fitri

5. Rabbani – Album Intifada

  • Lailatul Qadar

6. Gradasi – Gradasi V- Sebuah Profil

  • Sambut Ramadhan
  • Sahur
  • Doa Khatam Quran

7. Gita Gutawa – Balada Shalawat

  • Lelaki Sempurna
  • Idul Fitri
  • Salam Ramadan

8. Zero – Manusia Pencinta

  • Malam 1000 Bulan