Dari 60 juta menjadi ratusan juta

“Tinggal di mana?”, tanya temanku.

“Di Taman Cibodas, Lippo Cikarang”, jawabku.

“Wahh, mengalami harga rumah dari 50 juta ke satu milyar, dong.”, ia menimpali sambil tertawa.

“Gak sampai satu milyar lah. Paling cuman 300 jutaan untuk yang belum renov.”

Meski kini sudah tinggal di Tangerang, teman kantorku yang pernah tinggal di Delta Mas dan Lembah Hijau ternyata masih mengikuti perkembangan harga rumah di Cikarang. Ia bercerita betapa susahnya dulu ketika ia akan menuju Delta Silicon 2 dari Delta Mas. Ada tiga pilihan semuanya tidak enak dan selalu macet, 1. Masuk tol keluar di GT Cikarang Barat, 2. Lewat Jl. Kalimalang, 3, Lewat kantor Pemda Bekasi via Pasar Serang.

Dulu, Taman Cibodas adalah lokasi paling terisolir di Lippo Cikarang. Tidak ada ruko dan minimart. Jika berbelanja harus ke Jl. Sisingamangaraja di dekat Waterboom Lippo Cikarang. Sejak kantor PT Lippo Cikarang berpindah ke Elysium, kemudian Delta Silicon 3-5 dibangun, lalu dibangun jalan tembus ke Delta Mas dan diikuti dengan pembukaan GT Cibatu KM34,7, semua berubah 180 derajad. Taman Cibodas justru menjadi lokasi terdepan di Lippo Cikarang. Konon sejak itu pula harga rumah di Taman Cibodas yang masuk kategori RSS langsung meroket.

Meski demikian Taman Cibodas tetap saja tidak terlalu ramai karena pusat keramaian berada di area komersial di luar komplek dan letaknya agak jauh. Taman Cibodas tetap menjadi sanctuary. Cocok bagi mereka yang saat pulang ke rumah ingin beristirahat dan tidak terganggu oleh hiruk pikuk.

 

Iklan

Gadis dan sopir Kopaja 63

Setelah selesai proses penandatanganan kontrak dan berbagai dokumen saya segera menuju ke perempatan Tanjung Barat untuk menunggu Kopaja 63 dari arah Depok. Setelah menunggu sekitar 10 menit sebuah Kopaja 63 melintas. Saya segera naik dan mengambil posisi di belakang untuk mencari pegangan karena semua kursi terisi. I know well how Kopaja driver’s driving stye. I grabbed the crossbars tightly.

Di jalan tol yang cukup padat sopir Kopada mulai memainkan stylenya. Kopaja terasa meloncat-loncat karena si sopir tidak membiarkan sedikitpun jarak tersisa dengan kendaraan di depannya agar bisa keluar tol secepat mungkin. Saya harus memainkan keseimbangan agar tidak tersentak ataupun terhuyung-huyung.

Setelah keluar tol dan memasuki Jalan Antasari seorang perempuan muda naik. Awalnya ia hanya berdiri di pintu tengah. Setelah beberapa saat dengan sigap ia mengluarkan bangku cadangan yang berada di belakang pintu. Caranya mengeluarkan dan memasang bangku terlihat piawai. Saya heran.

Setelah bangku terpasang di atas kap mesin ia segera duduk di samping sopir. Tiba-tiba saja si sopir mengulurkan tangan kanannya ke arah si gadis. Si gadis mencium tangan sopir Kopaja dengan takzim. Setelah itu terlihat mereka terlibat obrolan dengan akrab. Rupanya si gadis adalah anak dari sopir Kopada tersebut. Wajah mereka terlihat mirip.

Saya salut dengan sikap gadis tersebut. Tanpa merasa canggung dan malu ia sungkem kepada bapaknya yang sedang menyopir. Ia mengabaikan pandangan sebagian orang yang kurang menghargai profesi sopir Kopaja.

Gadis dan sopir Kopaja

Gadis dan sopir Kopaja

Warteg dan Starbucks

Jumat, 10 April 2015 adalah hari pertama saya bergabung dengan sebuah perusahaan multinasional dari Amerika Serikat. I am hired as an application engineer.

Setelah turun dari bus AO Lippo Cikarang-Blok M di Carrefour Cawang, saya melanjutkan perjalanan dengan KRL sampai stasiun Tanjung Barat.

Jam masih menunjukkan angka 7:15 saat keluar dari stasiun Tanjung Barat. Di sebelah kiri tampak warteg yang baru buka dengan pengunjung hanya dua orang. Warteg terlihat bersih. Saya pun mampir. Nasi dengan sayur daun singkong, ditambah oseng kentang dan sebutir telur berharga 10.ooo rupiah. Cukup murah.

Siang hari, seorang rekan yang sudah bekerja terlebih dahulu di perusahaan yang baru saya masuki bercerita kepada saya. Pada saat menawarkan pekerjaan di tempatnya sering kali ditanya oleh calon pekerja apakah di kantornya ada outlet Starbucks? Di bergumam, memang gajimu berapa mau  nongkrong di Starbucks setiap hari?

Hidup di kota besar dan dikelilingi oleh berbagai kemudahan dan pilihan hiburan maupun tempat nongkrong merupakan godaan bagi para new employee. Mereka yang tidak pandai-pandai mengatur keuangan dan prioritas bisa terseret pada gaya hidup metroplis bahkan hedonis yang pada akhirnya tidak menyisakan enough money for savings.

Honestly, I am thrifty. I can not spend 40.000 to get a cup of coffee at Starbucks. With those money I can get four meals at Warteg.

Partai yang layak dicoblos pada Pemilu 2014

Masih ingat dengan insiden siaran langsung penangkapan Akil Mochtar oleh KPK? Waktu itu jurnalis dari sebuah stasiun secara tidak sadar mengkonfirmasi kepada redaksi berita dengan bertanya, “Golk**-nya ga usah disebut, ya?”

Seperti itulah kerja media-media besar baik itu media cetak ataupun media televisi yang modalnya dikuasai oleh petinggi-petinggi partai. Mereka cenderung menutup-nutupi aib/kesalahan kelompoknya dan mem-blowup aib/kesalahan kelompok lain.

Dalam hal pemberitaan korupsi pun mereka demikian. Mereka memiliki data kasus-kasus korupsi yang menimpa semua kader partai yang menduduki posisi legislator (wakil rakyat di DPR dan DPRD) tetapi mereka jarang menampilkannya. Mereka tidak benar-benar mendidik calon pemilih dengan memberikan data yang benar dan lengkap karena khawatir akan merugikan kelompoknya.

Jika demikian, bagaimana kita menilai sebuah partai jika kita tidak memiliki rekam jejaknya? Gampang kok. Lihat saja bagaimana perilaku kader partai-partai dalam kehidupan sehari-hari. Partai-partai dengan kader mereka yang sehari-harinya jujur, santun, rajin beribadah, suka menolong, rajin bekerja, amanah kemungkinan besar akan mencalonkan legislator-legislator dengan ciri-ciri tersebut.

Silahkan dipilah dan dipilih di antara belasan partai peserta Pemilu 2014. Jangan golput ya. Jika melihat data di bawah ini maka si nomer 3 PKS adalah partai yang layak kita piih pada tanggal 9 April 2014 😉

Partai dengan Koruptor terbanyak

Partai dengan Koruptor terbanyak

Karikatur - Grafik Partai Korup

Karikatur – Grafik Partai Korup

Calon pemimpin Indonesia

Muda, visioner, penuh dengan ide dan gagasan itulah sosok dua anis.  Mereka adalah Anis Matta dan Anies Baswedan.

Para pendiri negara ini (founding fathers) adalah orang-orang yang memiliki ciri-ciri tersebut. Pada masanya mereka adalah pemuda-pemuda yang visioner dan penuh dengan ide-ide dan gagasan-gagasan kebangsaan.

anis matta pemimpin muda

Penipu berkedok tidak punya ongkos naik bus

Beberapa minggu yang lalu di halte BNN Transjakarta saya didekati seseorang yang berpakaian cukup rapi dengan tampang memelas dan mengaku sedang kehabisan uang untuk meneruskan tujuan dengan naik angkot. Dia meminta saya membantunya dengan memberikan uang 5000 rupiah.

Tanpa berprasangka buruk saya segera merogoh kantong saya dan mencari uang 5000-an. Beruntung saya mendapatkan 5000-an dari tas. Uang saya berikan san ia mengucap terima kasih. Saya mengamati ia menjauh dari saya untuk menunggu bus Transjakarta. Saya melihatnya sekali lagi dan sepintas saya merasa ia sepertinya berharap saya segera naik bus.

Siang tadi ketika menunggu shuttle bus Lippo Cikarang di halte Plasa Semanggi saya kembali bertemu dengan orang ini. Dengan gaya yang sama, pakaian rapi, tampang memelas ia kembali mengaku kehabisan uang untuk naik angkot. Jumlah yang diminta juga sama, 5000 rupiah.

Tapi siang itu ia kurang beruntung. Beberapa orang yang sedang berteduh ataupun menunggu bus tidak ada yang memberinya uang. Sayapun tak luput dimintai uang olehnya. Merasa tertipu, maka sayapun berusaha memotret aksinya dengan pura-pura bermain ponsel sambil mengarahkan kamera kepadanya. Nahh inilah gambar orang yang biasa meminta-minta uang di sepanjang halte bus Gatot Subroto.

Penipu yang mengaku tidak punya uang untuk naik bus

Penipu yang mengaku tidak punya uang untuk naik bus

Penipu yang mengaku tidak punya uang untuk naik bus

Penipu yang mengaku tidak punya uang untuk naik bus

Mungkin daerah operasi orang ini sepanjang halte-halte busway di Jalan Jendral Gatot Subroto.  Jangan tertipu. Sebaiknya jika ingin berderma, langsung saja kepada lembaga ataupun orang terpercaya. Ini adalah penipuan sekaligus pengemisan 🙂

Efek buruknya adalah ketika ada orang yang benar-benar membutuhkan, orang-orang akan semakin enggan memberi karena berprasangka itu adalah penipuan.