Jembatan Siphone Cibeet ditutup selama dua bulan untuk perbaikan. Jalur Bekasi – Karawang via Kalimalang terputus.

Jembatan Siphone Cibeet yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Karawang via Kalimalang ditutup selama dua bulan untuk perbaikan. Penutpan dilakukan sejak tangal 2 April 2016 jam 00:00.

Selain untuk memperbaiki jembatan yang rusak parah (berlubang-lubang), penutupan ini juga dalam rangka pembuatan jalur pipa air dari Kalimalang yang memotong jalan.

Jembatan Cibeet ditutup selama dua bulan untuk perbaikan

Jembatan Cibeet ditutup selama dua bulan untuk perbaikan

Badan jalan yang tertutup alat berat menjelang Jjembatan Cibet dari arah Cikarang

Badan jalan yang tertutup alat berat menjelang Jjembatan Cibet dari arah Cikarang

Bagi anda dari Cikarang yang hendak ke KIIC atau Teluk Jambe ada dua aternatif. Pertama memutar melalui Karawang via Jalan Pantura. Kedua memutar melalui GIIC Delta Mas via Bendungan Cibeet kemudian masuk melalui Artha Industrial Hill/San Diego Hill.

jalur alternatf

Jalur alternatif Bekasi -Karawang

Dari 60 juta menjadi ratusan juta

“Tinggal di mana?”, tanya temanku.

“Di Taman Cibodas, Lippo Cikarang”, jawabku.

“Wahh, mengalami harga rumah dari 50 juta ke satu milyar, dong.”, ia menimpali sambil tertawa.

“Gak sampai satu milyar lah. Paling cuman 300 jutaan untuk yang belum renov.”

Meski kini sudah tinggal di Tangerang, teman kantorku yang pernah tinggal di Delta Mas dan Lembah Hijau ternyata masih mengikuti perkembangan harga rumah di Cikarang. Ia bercerita betapa susahnya dulu ketika ia akan menuju Delta Silicon 2 dari Delta Mas. Ada tiga pilihan semuanya tidak enak dan selalu macet, 1. Masuk tol keluar di GT Cikarang Barat, 2. Lewat Jl. Kalimalang, 3, Lewat kantor Pemda Bekasi via Pasar Serang.

Dulu, Taman Cibodas adalah lokasi paling terisolir di Lippo Cikarang. Tidak ada ruko dan minimart. Jika berbelanja harus ke Jl. Sisingamangaraja di dekat Waterboom Lippo Cikarang. Sejak kantor PT Lippo Cikarang berpindah ke Elysium, kemudian Delta Silicon 3-5 dibangun, lalu dibangun jalan tembus ke Delta Mas dan diikuti dengan pembukaan GT Cibatu KM34,7, semua berubah 180 derajad. Taman Cibodas justru menjadi lokasi terdepan di Lippo Cikarang. Konon sejak itu pula harga rumah di Taman Cibodas yang masuk kategori RSS langsung meroket.

Meski demikian Taman Cibodas tetap saja tidak terlalu ramai karena pusat keramaian berada di area komersial di luar komplek dan letaknya agak jauh. Taman Cibodas tetap menjadi sanctuary. Cocok bagi mereka yang saat pulang ke rumah ingin beristirahat dan tidak terganggu oleh hiruk pikuk.

 

Traffic Engineering

Sabtu malam Minggu saya ada janji dengan teman di Villa Mutiara Cikarang, tepatnya di Warung Ayam Bakar Monyet. Termasuk kategori orang rumahan dan tidak pernah hang out di malam hari, saya baru tahu ternyata Cifest Walk di depan Villa Mutiara Cikarang sangat ramai di malam Minggu.

Begitu ramainya sampai menimbulkan kemacetan luar biasa di Jl Raya Cikarang-Cibarusah. Kemacetan itu sudah terjadi ketika saya keluar dari arah kawan industri Hyundai ketika akan berbelok ke kiri.  Saya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menerobos kemacetan tersebut.

Kosep Cifest memang bagus, sayangnya jalan-jalan di sekitarnya terlalu sempit untuk menampung luberan pengunjung. Tempat parkir juga kurang memadai. Dari sisi pengunjung dan pemakai jalan, banyak yang memarkir kendaraan di tepi jalan, angkot yang ngetem seenaknya dan klub-klub motor yang memajang kendaraannya di sepanjang tepi jalan ikut menambah kemacetan.

Dan akhirnya saya pun terlambat 20 menit akibat dari kemacetan tersebut.

Teringat dengan pameo “bukan seberapa dekat tetapi seberapa lama” Maksud dari pameo tersebut adalah seringkali yang dekat membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama dibanding dengan yang jauh.

Gado-gado di sekitar Lippo Cikarang

Mungkin karena kurang jeli atau memang penjual gado-gaso tidak terlalu banyak, sampai saat ini baru mengidentifikasi dua penjual gado-gado di sekitar Lippi Cikarang.

Yang pertama di depan Pasar Sentral – Jl. Raya Cikarang-Cibarusah. Ini adalah penjual gado-gado langganan sejak setahun yang lalu. Rasanya enak. Harga sedikit mahal. Cukup bersih.

Yang kedua berlokasi di Deltamas, boulevard arah ke kampus ITSB. Rasanya cukup enak. Harga wajar. Kebersihannya harus diperbaiki.

Yang ketiga, konon bapak ini juga mangkal di sekitar banner Deltamas, arah ke rumah makan Alam Sari di hari kerja. Khusus di akhir pekan beliau mangkal di dekat Ruko Pasadena. Saya menemukan gerobak penjual gado-gadonya saat belum berangkat. Berlokasi di perempatan Jl. Raya Pemda, Tegaldanas dekat gerbang ke Orange County Lippo Cikarang. Saya menemukannya secara tidak sengaja ketika akan membeli ketan uli goreng di penjual nasi uduk di lokasi yang sama. Karena kesiangan uli goreng sudah habis.

Gado-gado ketiga ini rasanya enak. Harga wajar. Cukup bersih. Seporsi gado-gado dengan tambahan telur bulat hanya 12.000 rupiah. Krupuknya cukup banyak. Saya akan menjadi pelanggan  penjual gado-gado ini:)

Gado-gado Deltamas

Gado-gado Deltamas

Kenapa suka musik rock?

Kenapa suka musik rock? Salah satu jawabannya mungkin karena saya lahir dan besar di Malang. Konon di tahun 70-80an Malang adalah salah satu barometer musik nasional bersama Surabaya, Jakarta, Bandung dan Medan. Karena itu mendengarkan musik rock dan mencari referensi tentangnya mudah dilakukan di Malang karena beberapa stasiun radio menyajikan musik rock dan informasi seputarnya.

Yang paling terkenal dan paling lengkap koleksi musik rocknya pada masa itu adalah Radio Senaputra. Radio Senaputra sangat akrab bagi penggemar musik rock di Malang. Dipandu oleh penyiar dan MC gaek spesialis konser rock Ovan Tobing, Radio Senaputra memiliki acara harian yang sangat ditunggu-tunggu, Jazz Rock Pribumi. Seingat saya meski acaranya bernama Jazz Rock Pribumi tetapi yang paling banyak di-request dan dibahas adalah rock.

Lagu rock yang pertama didengar? Sirkuit dari SAS (1984). Kedua Cinta di Kota Tua oleh Nicky Astria (1986). Yang paling membuat jatuh cinta dengan musik rock adalah Kehidupan oleh Godbless. Lagu Kehidupan  yang dirilis tahun 1988 membuat saya tergila-gila dengan musik rock. Saat itu saya masih di kelas 4 SD. Berawal dari Godbless kemudian saya mengenal berbagai macam genre rock dan grup-grup rock lain dari penjuru Nusantara.

Beruntung meski waktu itu lagu pop (cengeng) merajai musik Indonesia, saya dan beberapa teman SD lebih menyukai musik rock yang gegap gempita dan memiliki lirik yang puitis dan bermakna (rumit). Ya, lirik musik rock masih terlalu sulit untuk dicerna anak-anak SD. Meski tidak begitu paham dengan lirik-liriknya, kami anak-anak SD sering mengadakan konser rock saat jam istirahat. Konser kami lakukan di pematang sawah yang lebar dinaungi pohon-pohon kelapa.

Pengaruh teman sebangku.

Masa SMP (90-93) adalah masa-masa puncak kejayaan musik rock di Indonesia. Bergaul dengan teman-teman yang lebih luas referensi musik rock pun semakin banyak. Saya mulai mengenal lebih banyak musik rock dari dalam dan luar negeri seperti Grassrock, Metallica, Deep Purple dan Sepultura.

Teman sebangku di SMP adalah orang-orang yang mengenalkan Metallica, Grassrock, Guns n Roses, EdanE, Album Festival Rock Indonesia dan beberapa grup/album rock lainnya. Dari mereka saya memiliki kesempatan meminjam kaset-kaset yang harganya waktu itu tidak terjangkau uang saku. Saat kaset berada di tangan saya berkesempatan untuk memfotokopi sampul album yang memuat lirik lagu-lagunya. Bahkan salah satu fotokopian album Metallica sempat bertahan sampai SMA dan menjadi referensi ketika mendengarkan Metallica di radio.

Bon Jovi?

Minggu ini banyak teman-teman seangkatan/semasa yang membahas tentang Bon Jovi yang mengadakan konser di Jakarta. Sempat menyukai beberapa lagunya ketika masih SMA tetapi tidak pernah menjadi band favorit. Karena itu pula ketika hampir semua lagu-lagu lama tersedia mp3-nya (bajakan), hanya beberapa lagu Bon Jovi berada di folder musik saya. Itupun frekuensi saya mendengarkannya tidak sebanyak lagu-lagu rock Indonesia ataupun luar negeri.

Salah satu alasan kenapa tidak terlalu menggemari Bon Jovi karena saya menyukai lagu-lagu dengan lirik yang mengangkat tema-tema sosial dan kemanusiaan dan kurang menyukai lagu-lagu dengan lirik asmara, percintaan, apalagi perselingkuhan. Ya, lirik-lirik lagu Bon Jovi menurut saya terlalu soft. Ini soal selera.

Musik rock yang sering diputar?

Tidak jauh-jauh dari legenda musik rock Indonesia seperti Godbless, Power Metal, Grass Rock, EdanE, Elpamas, Suckerhead, SAS, Album Festival Rock dan legenda musik rock dari negeri tetangga seperti Search dan May. Dari luar negeri Dream Theater dan Metallica.

Khusus untuk rock Malaysia, sebagian besar orang hanya mengenal lagu-lagu slow rock dari Search dan May seperti Isabela, Cinta Kita, Sendiri, Abadi dll. Padahal selain lagu-lagu tersebut Search dan May memiliki lagu-lagu cadas dan gahar seperti Pawana, Emanuelle, Memandu Nafsu (Search), Singa Taring Palsu, Rahsia Kota, Strategi (May). Dan Malaysia memiliki grup cadas sekelas Rotor dan Suckerhead yakni Cromok.

 

Donor Darah Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau – Lippo Cikarang

Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau – Lippo Cikarang kembali menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah. Kegiatan ini rutin dilakukan dari tahun ke tahun dan sekarang memasuki kegiatan yang ke-29. Jadwal donor darah di tahun 2015 adalah sebagai berikut: 07 Juni, 06 September dan 06 Desember.

Jika anda ingin mendonorkan darah  jangan lupa untuk beristirahat dan tidur cukup sehari sebelum donor darah. Syarat lain adalah berusia antara 18-60 tahun, tidak menyusui/sedang hamil, badan dalam keadaan sehat dan jika sebelumnya sudah melakukan donor darah minimal dilakukan 3 bulan yang lalu.

Donor Darah di Jadwal Donor Darah di Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau - Lippo Cikarang

Donor Darah di Jadwal Donor Darah di Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau – Lippo Cikarang

Kangen Kothok – Sarden sambal hijau obatnya

Kothok atau kothokan adalah masakan lauk khas Jawa Timur dengan ciri utama bumbu santan ditambah cabai dan tomat hijau. Untuk hijauan kadang masih ditambah dengan petai cina. Isian lauk bisa berupa tempe, tahu atau ikan laut, biasanya ikan Pe. Tinggal di Cikarang dan jarang pulang ke Malang sering membuat kangen dengan masakan ini.

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja bertemu dengan Sarden Sambal Hijau merek King’s Fisher. Meski mereknya agak kebarat-baratan ternyata harganya bersaing dengan merek lokal. Dannn….. rasanya mirip kothok!!

Dari sekedar mencoba-coba akhirnya malah ketagihan. Kini King’s Fisher Sarden Sambal Hijau menjadi item wajib dalam daftar belanja bulanan.

King's Fisher - Sarden Sambal Hijau

King’s Fisher – Sarden Sambal Hijau