Traffic Engineering

Sabtu malam Minggu saya ada janji dengan teman di Villa Mutiara Cikarang, tepatnya di Warung Ayam Bakar Monyet. Termasuk kategori orang rumahan dan tidak pernah hang out di malam hari, saya baru tahu ternyata Cifest Walk di depan Villa Mutiara Cikarang sangat ramai di malam Minggu.

Begitu ramainya sampai menimbulkan kemacetan luar biasa di Jl Raya Cikarang-Cibarusah. Kemacetan itu sudah terjadi ketika saya keluar dari arah kawan industri Hyundai ketika akan berbelok ke kiri.  Saya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menerobos kemacetan tersebut.

Kosep Cifest memang bagus, sayangnya jalan-jalan di sekitarnya terlalu sempit untuk menampung luberan pengunjung. Tempat parkir juga kurang memadai. Dari sisi pengunjung dan pemakai jalan, banyak yang memarkir kendaraan di tepi jalan, angkot yang ngetem seenaknya dan klub-klub motor yang memajang kendaraannya di sepanjang tepi jalan ikut menambah kemacetan.

Dan akhirnya saya pun terlambat 20 menit akibat dari kemacetan tersebut.

Teringat dengan pameo “bukan seberapa dekat tetapi seberapa lama” Maksud dari pameo tersebut adalah seringkali yang dekat membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama dibanding dengan yang jauh.

Gado-gado di sekitar Lippo Cikarang

Mungkin karena kurang jeli atau memang penjual gado-gaso tidak terlalu banyak, sampai saat ini baru mengidentifikasi dua penjual gado-gado di sekitar Lippi Cikarang.

Yang pertama di depan Pasar Sentral – Jl. Raya Cikarang-Cibarusah. Ini adalah penjual gado-gado langganan sejak setahun yang lalu. Rasanya enak. Harga sedikit mahal. Cukup bersih.

Yang kedua berlokasi di Deltamas, boulevard arah ke kampus ITSB. Rasanya cukup enak. Harga wajar. Kebersihannya harus diperbaiki.

Yang ketiga, konon bapak ini juga mangkal di sekitar banner Deltamas, arah ke rumah makan Alam Sari di hari kerja. Khusus di akhir pekan beliau mangkal di dekat Ruko Pasadena. Saya menemukan gerobak penjual gado-gadonya saat belum berangkat. Berlokasi di perempatan Jl. Raya Pemda, Tegaldanas dekat gerbang ke Orange County Lippo Cikarang. Saya menemukannya secara tidak sengaja ketika akan membeli ketan uli goreng di penjual nasi uduk di lokasi yang sama. Karena kesiangan uli goreng sudah habis.

Gado-gado ketiga ini rasanya enak. Harga wajar. Cukup bersih. Seporsi gado-gado dengan tambahan telur bulat hanya 12.000 rupiah. Krupuknya cukup banyak. Saya akan menjadi pelanggan  penjual gado-gado ini :)

Gado-gado Deltamas

Gado-gado Deltamas

Kenapa suka musik rock?

Kenapa suka musik rock? Salah satu jawabannya mungkin karena saya lahir dan besar di Malang. Konon di tahun 70-80an Malang adalah salah satu barometer musik nasional bersama Surabaya, Jakarta, Bandung dan Medan. Karena itu mendengarkan musik rock dan mencari referensi tentangnya mudah dilakukan di Malang karena beberapa stasiun radio menyajikan musik rock dan informasi seputarnya.

Yang paling terkenal dan paling lengkap koleksi musik rocknya pada masa itu adalah Radio Senaputra. Radio Senaputra sangat akrab bagi penggemar musik rock di Malang. Dipandu oleh penyiar dan MC gaek spesialis konser rock Ovan Tobing, Radio Senaputra memiliki acara harian yang sangat ditunggu-tunggu, Jazz Rock Pribumi. Seingat saya meski acaranya bernama Jazz Rock Pribumi tetapi yang paling banyak di-request dan dibahas adalah rock.

Lagu rock yang pertama didengar? Sirkuit dari SAS (1984). Kedua Cinta di Kota Tua oleh Nicky Astria (1986). Yang paling membuat jatuh cinta dengan musik rock adalah Kehidupan oleh Godbless. Lagu Kehidupan  yang dirilis tahun 1988 membuat saya tergila-gila dengan musik rock. Saat itu saya masih di kelas 4 SD. Berawal dari Godbless kemudian saya mengenal berbagai macam genre rock dan grup-grup rock lain dari penjuru Nusantara.

Beruntung meski waktu itu lagu pop (cengeng) merajai musik Indonesia, saya dan beberapa teman SD lebih menyukai musik rock yang gegap gempita dan memiliki lirik yang puitis dan bermakna (rumit). Ya, lirik musik rock masih terlalu sulit untuk dicerna anak-anak SD. Meski tidak begitu paham dengan lirik-liriknya, kami anak-anak SD sering mengadakan konser rock saat jam istirahat. Konser kami lakukan di pematang sawah yang lebar dinaungi pohon-pohon kelapa.

Pengaruh teman sebangku.

Masa SMP (90-93) adalah masa-masa puncak kejayaan musik rock di Indonesia. Bergaul dengan teman-teman yang lebih luas referensi musik rock pun semakin banyak. Saya mulai mengenal lebih banyak musik rock dari dalam dan luar negeri seperti Grassrock, Metallica, Deep Purple dan Sepultura.

Teman sebangku di SMP adalah orang-orang yang mengenalkan Metallica, Grassrock, Guns n Roses, EdanE, Album Festival Rock Indonesia dan beberapa grup/album rock lainnya. Dari mereka saya memiliki kesempatan meminjam kaset-kaset yang harganya waktu itu tidak terjangkau uang saku. Saat kaset berada di tangan saya berkesempatan untuk memfotokopi sampul album yang memuat lirik lagu-lagunya. Bahkan salah satu fotokopian album Metallica sempat bertahan sampai SMA dan menjadi referensi ketika mendengarkan Metallica di radio.

Bon Jovi?

Minggu ini banyak teman-teman seangkatan/semasa yang membahas tentang Bon Jovi yang mengadakan konser di Jakarta. Sempat menyukai beberapa lagunya ketika masih SMA tetapi tidak pernah menjadi band favorit. Karena itu pula ketika hampir semua lagu-lagu lama tersedia mp3-nya (bajakan), hanya beberapa lagu Bon Jovi berada di folder musik saya. Itupun frekuensi saya mendengarkannya tidak sebanyak lagu-lagu rock Indonesia ataupun luar negeri.

Salah satu alasan kenapa tidak terlalu menggemari Bon Jovi karena saya menyukai lagu-lagu dengan lirik yang mengangkat tema-tema sosial dan kemanusiaan dan kurang menyukai lagu-lagu dengan lirik asmara, percintaan, apalagi perselingkuhan. Ya, lirik-lirik lagu Bon Jovi menurut saya terlalu soft. Ini soal selera.

Musik rock yang sering diputar?

Tidak jauh-jauh dari legenda musik rock Indonesia seperti Godbless, Power Metal, Grass Rock, EdanE, Elpamas, Suckerhead, SAS, Album Festival Rock dan legenda musik rock dari negeri tetangga seperti Search dan May. Dari luar negeri Dream Theater dan Metallica.

Khusus untuk rock Malaysia, sebagian besar orang hanya mengenal lagu-lagu slow rock dari Search dan May seperti Isabela, Cinta Kita, Sendiri, Abadi dll. Padahal selain lagu-lagu tersebut Search dan May memiliki lagu-lagu cadas dan gahar seperti Pawana, Emanuelle, Memandu Nafsu (Search), Singa Taring Palsu, Rahsia Kota, Strategi (May). Dan Malaysia memiliki grup cadas sekelas Rotor dan Suckerhead yakni Cromok.

 

Donor Darah Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau – Lippo Cikarang

Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau – Lippo Cikarang kembali menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah. Kegiatan ini rutin dilakukan dari tahun ke tahun dan sekarang memasuki kegiatan yang ke-29. Jadwal donor darah di tahun 2015 adalah sebagai berikut: 07 Juni, 06 September dan 06 Desember.

Jika anda ingin mendonorkan darah  jangan lupa untuk beristirahat dan tidur cukup sehari sebelum donor darah. Syarat lain adalah berusia antara 18-60 tahun, tidak menyusui/sedang hamil, badan dalam keadaan sehat dan jika sebelumnya sudah melakukan donor darah minimal dilakukan 3 bulan yang lalu.

Donor Darah di Jadwal Donor Darah di Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau - Lippo Cikarang

Donor Darah di Jadwal Donor Darah di Yayasan Al-Hidayah Lembah Hijau – Lippo Cikarang

Kangen Kothok – Sarden sambal hijau obatnya

Kothok atau kothokan adalah masakan lauk khas Jawa Timur dengan ciri utama bumbu santan ditambah cabai dan tomat hijau. Untuk hijauan kadang masih ditambah dengan petai cina. Isian lauk bisa berupa tempe, tahu atau ikan laut, biasanya ikan Pe. Tinggal di Cikarang dan jarang pulang ke Malang sering membuat kangen dengan masakan ini.

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja bertemu dengan Sarden Sambal Hijau merek King’s Fisher. Meski mereknya agak kebarat-baratan ternyata harganya bersaing dengan merek lokal. Dannn….. rasanya mirip kothok!!

Dari sekedar mencoba-coba akhirnya malah ketagihan. Kini King’s Fisher Sarden Sambal Hijau menjadi item wajib dalam daftar belanja bulanan.

King's Fisher - Sarden Sambal Hijau

King’s Fisher – Sarden Sambal Hijau

Rujak buah – Rujak manis

Pedagang rujak buah ini sering mangkal di Jalan Borobudur, Cikini. Karena porsinya yang jumbo, saya biasa membeli rujak ini untuk dimakan di rumah karena takut belepotan. Dengan porsinya yang jumbo dibungkus kertas ataupun kotak plastik selalu saja kepenuhan sehingga agak sulit saat menyantapnya. Yang unik juga adalah irisan buahnya berukuran jumbo.

Seporsi rujak buah hanya 10 ribu rupiah. Dijamin kita adakan puas, pedas dan kenyang.

Rujak buah - Rujak Manis

Rujak buah – Rujak Manis

Bebek Jambul Cikarang

Jangan berpikir bahwa bebek yang dijual di warung ini memiliki jambul. Bebek Jambul adalah branding dari warung bebek yang berada di Jl. Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat.

Apa keunggulan dari Bebek Jambul? Yang pasti bebeknya gurih, kesat dan harganya sangat bersahabat. Satu porsi bebek dengan nasi hanya 16 ribu rupiah. Sebagai perbandingan, harga seporsi ayam goreng di dalam klaster Taman Cibodas saat ini harganya juga 16 ribu. Daripada ayam potong, dengan harga yang sama tentu lebih memilih bebek.

Menu favorit saya adalah Bebek Penyet – Bepe. Karena dipenyet maka mempermudah saat menikmati daging bebek. Perlu sedikit usaha untuk menyuwir-nyuwir daging bebeknya.

Daftar menu dan harga Bebek Jambul, Cikarang

Daftar menu dan harga Bebek Jambul, Cikarang