Ti tuutt!! Ti tuutt!! Suara pedagang siomay

Malam itu terasa gerah sekali. Pintu rumah kubuka untuk mendapatkan udara segar dari luar. Waktu menunjukkan pukul 21:30 saat suara ti-tuutt! ti-tuutt! terdengar melintas di depan rumah. Aku menengok ke arah datangnya suara dan sempat bertatap muka dengan penjual siomay yang sedang melintas.

Dari sekilas pandangan aku melihat ada sekilas harapan agar aku memanggilnya untuk membeli dagangannya. Sayang sekali aku sudah sangat kenyang. Aku ingat, aku pernah memiliki sekilas harapan tersebut puluhan tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di Sekolah Dasar.

Pedagang siomay ini memang selalu melintas ketika hari sudah malam. Entah dia mulai berjualan jam berapa. Melihatnya masih berkeliling di waktu malam untuk mendapatkan pembeli sering membuatku terenyuh. Di saat sebagian besar orang sudah berada di rumah untuk beristirahat ataupun berkumpul dengan keluarga ia masih harus berkeliling untuk menjemput rejekinya.

Berbeda dengan pedagang yang menetap dan didatangi pelangganya, pedagang keliling adalah orang-orang yang mengandalkan nasib dan peruntungan untuk mendapatkan rejekinya. Pedagang keliling adalah orang-orang yang tawakkalnya tinggi. Mereka memasrahkan rejekinya saat berkeliling berusaha menemukan pembelinya.

Berbeda dengan orang-orang gajian yang bersyukur hanya sebulan sekali saat menerima slip gaji. Pedagang keliling  bersyukur dari tiap lembar rupiah yang didapatkan dari pelanggannya.  Andai dalam sehari para pedagang tersebut melakukan 50 transaksi dan ia bekerja selama 24 hari per bulan maka setidaknya ia telah bersyukur sebanyak 1200 kali dalam sebulan. 1: 1200 sebuah perbandingan yang jauh sekali. Maka jangan heran jika nanti pada saat yaumul hisab mereka melenggang duluan ke surga meninggalkan kita, orang-orang gajian.

Distribusi pendapatan | Berbelanjalah kepada pedagang-pedagang kecil

Saya baru saja menonton video-video dari Varun Pruthi ketika bersepeda di sore hari. Ketika melintas di gerbang Klaster Elysium ketika pandangan jatuh pada seorang kakek yang sedang berhenti membetulkan pikulannya yang berisi sayur-sayuran.

Penjual sayur dan pisang

Penjual sayur dan pisang

Saya tertarik untuk melihat-lihat barang dagangannya. Ada genjer, daun singkong dan dua sisir pisang ambon. Saya tidak mungkin memasak daun singkon dan genjer sebanyak itu. Saya bertanya berapa harga satu sisir pisang hijau. Ternyata murah sekali, hanya 10.000 rupiah. Sementara dengan harga yang sama saya hanya mendapatkan 3 pisang sunpri**.

Pisang hijau

Pisang hijau

Tiba-tiba teringat dengan quote dari salah satu video Varun Pruthi,

We bargain with poor vendors standing in hot sun

But we never bargain with rich vendors in malls/restaurants

Why do we complain about poverty?

When we are the ones who exploit the poor

Strong people don’t exploit others – They help them

Saya langsung merogoh kantong dan mengulurkan uang 10.000 rupiah untuk satu sisir pasang.

Kita harus menghargai usah dan kerja keras kakek ini dalam mencari rejeki yang halal dan bermartabat di mana pada saat yang sama banyak orang yang lebih muda dan segar bugar malah menjadi pengemis.

Lezatnya Bakso Bakar Jagoan dari Malang

Saat mampir ke arena Cikarang Groove Festival saya berkesempatan bertemu dengan rekan kerja yang kini berwirausaha. Cak Andi yang mengibarkan bendera Grup Bu Kaji Kojen membawa salah satu produk andalannya yaitu Bakso Bakar Jagoan. Bakso Bakar Jagoan merupakan hasil inovasi Cak Andi setelah melihat dan mengamati arena perbaksoan di Kota Malang dan Indonesia.

Cak Andi pemilik produk Bakso Bakar Jagoan merupakan orang yang lama berkecimpung di dunia riset dan pengembangan di industri elektronik. Dari pengalaman di dunia riset, Cak Andi konsisten menjaga kualitas dan identitas produknya dengan tag line: tanpa MSG, tanpa pewarna dan tanpa pengawet.

Bakso Bakar Jagoan dari Malang

Bakso Bakar Jagoan dari Malang

Bakso Bakar Jagoan berbeda dengan mainstream bakso yang biasanya berkuah. Bakso Bakar Jagoan lebih mirip dengan sate, hanya saja dagingnya kini berupa bakso alias meatball. Bakso Bakar Jagoan adalah bakso yang dipanggang di atas tungku dengan pemanas yang berputar agar bakso terpanggang merata.

Bakso Bakar Jagoan

Bakso Bakar Jagoan

Bakso Bakar Jagoan sangat terasa dagingnya. Kesat saat dikunyah, berbeda dengan bakso yang terlalu banyak campuran tepung kanjinya. Olesan bumbu yang ditaburi bawang goreng semakin menambah kelezatannya. Tiga tusuk bakso bakar masih terasa kurang  :) Bagi yang suka pedas dijamin bumbu pedasnya mampu membakar lidah.

Bakso Bakar Jagoan - Jagonya Bakso Bakar

Bakso Bakar Jagoan – Jagonya Bakso Bakar

Demam akik di Cikarang

Demam akik melanda Indonesia. Tak terkecuali di Cikarang banyak bermunculan penjual akik, bahan akik maupun tukang poles akik. Salah satunya terletak di Deltamas, tepat di pojokan pasar tempat mangkal angkot Deltamas – Lemahabang, atau perbatasan Deltamas-Lippo Cikarang.

Bahan batu akik

Bahan batu akik

Outlet akik tersebut menyediakan bahan-bahan akik, jasa pemotongan dan pemolesan plus akik yang sudah jadi. Sebuah batu akit berwarna hijau muda dengan urat-urat berwarna putih dihargai 100 ribu rupiah. Cukup mahal juga. Dibanding dengan harga batu mentah yang tidak seberapa pertambahan nilai saat menjadi batu siap pakai sangat tinggi.

Mesin penggosok batu akik

Mesin penggosok batu akik

Ketika susatu komoditi tidak memiliki standar dan satuan maka harga ditentukan oleh selera. Karena tidak memiliki standar dan satuan maka akik tidak bisa dijadikan sarana investasi. Apalagi dengan semakin banyaknya suplai akik maupun bahan mentahnya, maka akik semakin menjadi komoditi.

Idealnya, perhiasan yang kita pakai juga mengandung nilai fisik yang terstandar, contohnya emas dan perak. Meskipun kita memborong emas dan perak katakanlah sampai ratusan juta rupiah, nilainya di masa depan tidak akan berkurang jauh atau bahkan malah bertambah. Sedangkan akik, seperti halnya komoditi musiman sebelumnya, tidak ada yang menjamin harganya akan tetap tinggi dan peminatnya juga tetap banyak. Jika anda tertarik memiliki batu akik, belilah yang berharga wajar dan jangan berlebih-lebihan.

Tarif gosok batu akik

Tarif gosok batu akik

Menimbun harta tidak disukai dalam Islam

Dari kajian ba’da Dhuhur di masjid As-Sakinah, Perkantoran Hijau Arkadia, 30 April 2015.

Rasulullah dan para sahabat tidak suka menimbun harta atau kekayaan. Mereka selalu menjadikan harta dan kekayaannya sebagai aset produktif, yaitu selalu diinvestasikan untuk usaha dan perniagaan.

Dalam investasi terkandung unsur tawakkal karena ada resiko rugi. Profit & loss sharing adalah dasar ekonomi Islam. Pengusaha muslim sejati tidak takut akan kerugian. Setelah bersungguh-sungguh meminimalisir semua resiko dan berusaha mencetak laba atau keuntungan jika sampai terjadi kerugian itu adalah takdir Allah.

Tergila-gila dengan Emanuelle (Search)

Hampir tiap hari aku mendengarkan lagu Emmanuelle dari Search setelah sebelumnya sangat menyukai Pawana dan Manusia Reptilia. Emanuelle memiliki speed dan power di atas kedua lagu tersebut. Sangat cocok diputar di pagi hari untuk memompa adrenalin.

Seperti tipikal lagu-lagu 80-90an lainnya, musik disusun dengan rapi dan lirik ditulis dengan serius pastinya tidak melulu soal percintaan. Tema lagu ini mirip-mirip dengan Mas & Mis Merozoth dari Power Metal. Emanuelle berkisah tentang perempuan yang menggunakan kecantikannya untuk memburu ambisi duniawi.

Search bukan hanya Isabela. Mereka juga banyak memiliki lagu-lagu cadas. Beruntung dulu sempat meminjam kaset-kaset Search dari album Fenomena dan Kharisma sehingga aku mengetahui banyak lagu-lagu bagus di dalamnya.

Jika anda tertarik dengan lagu ini, di laman Youtube ada sebuah video yang merekam aksi live Search saat menyanyikan lagu Emanuelle. Tentu saja vokal Amy tidak setinggi dan sekuat dulu. Harap maklum. Meski demikian sayatan gitarnya masih tajam, cabikan basnya kuat dan gebukan drum terdengar mantap.