Demam akik di Cikarang

Demam akik melanda Indonesia. Tak terkecuali di Cikarang banyak bermunculan penjual akik, bahan akik maupun tukang poles akik. Salah satunya terletak di Deltamas, tepat di pojokan pasar tempat mangkal angkot Deltamas – Lemahabang, atau perbatasan Deltamas-Lippo Cikarang.

Bahan batu akik

Bahan batu akik

Outlet akik tersebut menyediakan bahan-bahan akik, jasa pemotongan dan pemolesan plus akik yang sudah jadi. Sebuah batu akit berwarna hijau muda dengan urat-urat berwarna putih dihargai 100 ribu rupiah. Cukup mahal juga. Dibanding dengan harga batu mentah yang tidak seberapa pertambahan nilai saat menjadi batu siap pakai sangat tinggi.

Mesin penggosok batu akik

Mesin penggosok batu akik

Ketika susatu komoditi tidak memiliki standar dan satuan maka harga ditentukan oleh selera. Karena tidak memiliki standar dan satuan maka akik tidak bisa dijadikan sarana investasi. Apalagi dengan semakin banyaknya suplai akik maupun bahan mentahnya, maka akik semakin menjadi komoditi.

Idealnya, perhiasan yang kita pakai juga mengandung nilai fisik yang terstandar, contohnya emas dan perak. Meskipun kita memborong emas dan perak katakanlah sampai ratusan juta rupiah, nilainya di masa depan tidak akan berkurang jauh atau bahkan malah bertambah. Sedangkan akik, seperti halnya komoditi musiman sebelumnya, tidak ada yang menjamin harganya akan tetap tinggi dan peminatnya juga tetap banyak. Jika anda tertarik memiliki batu akik, belilah yang berharga wajar dan jangan berlebih-lebihan.

Tarif gosok batu akik

Tarif gosok batu akik

Menimbun harta tidak disukai dalam Islam

Dari kajian ba’da Dhuhur di masjid As-Sakinah, Perkantoran Hijau Arkadia, 30 April 2015.

Rasulullah dan para sahabat tidak suka menimbun harta atau kekayaan. Mereka selalu menjadikan harta dan kekayaannya sebagai aset produktif, yaitu selalu diinvestasikan untuk usaha dan perniagaan.

Dalam investasi terkandung unsur tawakkal karena ada resiko rugi. Profit & loss sharing adalah dasar ekonomi Islam. Pengusaha muslim sejati tidak takut akan kerugian. Setelah bersungguh-sungguh meminimalisir semua resiko dan berusaha mencetak laba atau keuntungan jika sampai terjadi kerugian itu adalah takdir Allah.

Tergila-gila dengan Emanuelle (Search)

Hampir tiap hari aku mendengarkan lagu Emmanuelle dari Search setelah sebelumnya sangat menyukai Pawana dan Manusia Reptilia. Emanuelle memiliki speed dan power di atas kedua lagu tersebut. Sangat cocok diputar di pagi hari untuk memompa adrenalin.

Seperti tipikal lagu-lagu 80-90an lainnya, musik disusun dengan rapi dan lirik ditulis dengan serius pastinya tidak melulu soal percintaan. Tema lagu ini mirip-mirip dengan Mas & Mis Merozoth dari Power Metal. Emanuelle berkisah tentang perempuan yang menggunakan kecantikannya untuk memburu ambisi duniawi.

Search bukan hanya Isabela. Mereka juga banyak memiliki lagu-lagu cadas. Beruntung dulu sempat meminjam kaset-kaset Search dari album Fenomena dan Kharisma sehingga aku mengetahui banyak lagu-lagu bagus di dalamnya.

Jika anda tertarik dengan lagu ini, di laman Youtube ada sebuah video yang merekam aksi live Search saat menyanyikan lagu Emanuelle. Tentu saja vokal Amy tidak setinggi dan sekuat dulu. Harap maklum. Meski demikian sayatan gitarnya masih tajam, cabikan basnya kuat dan gebukan drum terdengar mantap.

Bakwan jagung

Bahan-bahan untuk membuat bakwan jagung:

  • Tepung bumbu: Sasa, Sajiku, Ajinomoto, dll
  • Jagung muda
  • Daun bawang
  • Cabai
  • Wortel
  • Telur ayam
  • Lada atau merica
Bahan-bahan bakwan jagung

Bahan-bahan bakwan jagung

Jagung muda diserut dengan pisau. Perkirakan pemotongan hanya mengenai separuh butiran jagung. Pemotongan yang terlalu tandas akan membuat akar butiran jagung terbawa. Untuk mengambil pati jagung yang masih tersisa gunakan punggung pisau untut mengurut sehingga pati jagung tidak ada yang tersisa pada tongkol jagung.

Potong wortel arah melintang sehingga berbentuk lingkaran-lingkaran. Setelah itu wortel dirajang agar teksturnya menjadi lembut. Rajang daun bawang. Tambahkan sebutir telur. Tambahkan 1 sachet merica. Tambahkan tepung bumbu.

Campur semua bahan lalu aduk hingga merata. Tidak perlu menambah air ke dalam adonan karena air dari butiran jagung, wortel dan teluar sudah cukup untuk melumerkan tepung bumbu. Jika adonan terlalu encer tambahkan lagi tepung bumbu.

Setelah adonan merata bisa langsung digoreng dengan api yang tidak terlalu besar agar matang merata.

Bakwan jagung

Bakwan jagung

Gadis dan sopir Kopaja 63

Setelah selesai proses penandatanganan kontrak dan berbagai dokumen saya segera menuju ke perempatan Tanjung Barat untuk menunggu Kopaja 63 dari arah Depok. Setelah menunggu sekitar 10 menit sebuah Kopaja 63 melintas. Saya segera naik dan mengambil posisi di belakang untuk mencari pegangan karena semua kursi terisi. I know well how Kopaja driver’s driving stye. I grabbed the crossbars tightly.

Di jalan tol yang cukup padat sopir Kopada mulai memainkan stylenya. Kopaja terasa meloncat-loncat karena si sopir tidak membiarkan sedikitpun jarak tersisa dengan kendaraan di depannya agar bisa keluar tol secepat mungkin. Saya harus memainkan keseimbangan agar tidak tersentak ataupun terhuyung-huyung.

Setelah keluar tol dan memasuki Jalan Antasari seorang perempuan muda naik. Awalnya ia hanya berdiri di pintu tengah. Setelah beberapa saat dengan sigap ia mengluarkan bangku cadangan yang berada di belakang pintu. Caranya mengeluarkan dan memasang bangku terlihat piawai. Saya heran.

Setelah bangku terpasang di atas kap mesin ia segera duduk di samping sopir. Tiba-tiba saja si sopir mengulurkan tangan kanannya ke arah si gadis. Si gadis mencium tangan sopir Kopaja dengan takzim. Setelah itu terlihat mereka terlibat obrolan dengan akrab. Rupanya si gadis adalah anak dari sopir Kopada tersebut. Wajah mereka terlihat mirip.

Saya salut dengan sikap gadis tersebut. Tanpa merasa canggung dan malu ia sungkem kepada bapaknya yang sedang menyopir. Ia mengabaikan pandangan sebagian orang yang kurang menghargai profesi sopir Kopaja.

Gadis dan sopir Kopaja

Gadis dan sopir Kopaja

Warteg dan Starbucks

Jumat, 10 April 2015 adalah hari pertama saya bergabung dengan sebuah perusahaan multinasional dari Amerika Serikat. I am hired as an application engineer.

Setelah turun dari bus AO Lippo Cikarang-Blok M di Carrefour Cawang, saya melanjutkan perjalanan dengan KRL sampai stasiun Tanjung Barat.

Jam masih menunjukkan angka 7:15 saat keluar dari stasiun Tanjung Barat. Di sebelah kiri tampak warteg yang baru buka dengan pengunjung hanya dua orang. Warteg terlihat bersih. Saya pun mampir. Nasi dengan sayur daun singkong, ditambah oseng kentang dan sebutir telur berharga 10.ooo rupiah. Cukup murah.

Siang hari, seorang rekan yang sudah bekerja terlebih dahulu di perusahaan yang baru saya masuki bercerita kepada saya. Pada saat menawarkan pekerjaan di tempatnya sering kali ditanya oleh calon pekerja apakah di kantornya ada outlet Starbucks? Di bergumam, memang gajimu berapa mau  nongkrong di Starbucks setiap hari?

Hidup di kota besar dan dikelilingi oleh berbagai kemudahan dan pilihan hiburan maupun tempat nongkrong merupakan godaan bagi para new employee. Mereka yang tidak pandai-pandai mengatur keuangan dan prioritas bisa terseret pada gaya hidup metroplis bahkan hedonis yang pada akhirnya tidak menyisakan enough money for savings.

Honestly, I am thrifty. I can not spend 40.000 to get a cup of coffee at Starbucks. With those money I can get four meals at Warteg.