Kangen Kothok – Sarden sambal hijau obatnya

Kothok atau kothokan adalah masakan lauk khas Jawa Timur dengan ciri utama bumbu santan ditambah cabai dan tomat hijau. Untuk hijauan kadang masih ditambah dengan petai cina. Isian lauk bisa berupa tempe, tahu atau ikan laut, biasanya ikan Pe. Tinggal di Cikarang dan jarang pulang ke Malang sering membuat kangen dengan masakan ini.

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja bertemu dengan Sarden Sambal Hijau merek King’s Fisher. Meski mereknya agak kebarat-baratan ternyata harganya bersaing dengan merek lokal. Dannn….. rasanya mirip kothok!!

Dari sekedar mencoba-coba akhirnya malah ketagihan. Kini King’s Fisher Sarden Sambal Hijau menjadi item wajib dalam daftar belanja bulanan.

King's Fisher - Sarden Sambal Hijau

King’s Fisher – Sarden Sambal Hijau

Rujak buah – Rujak manis

Pedagang rujak buah ini sering mangkal di Jalan Borobudur, Cikini. Karena porsinya yang jumbo, saya biasa membeli rujak ini untuk dimakan di rumah karena takut belepotan. Dengan porsinya yang jumbo dibungkus kertas ataupun kotak plastik selalu saja kepenuhan sehingga agak sulit saat menyantapnya. Yang unik juga adalah irisan buahnya berukuran jumbo.

Seporsi rujak buah hanya 10 ribu rupiah. Dijamin kita adakan puas, pedas dan kenyang.

Rujak buah - Rujak Manis

Rujak buah – Rujak Manis

Bebek Jambul Cikarang

Jangan berpikir bahwa bebek yang dijual di warung ini memiliki jambul. Bebek Jambul adalah branding dari warung bebek yang berada di Jl. Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat.

Apa keunggulan dari Bebek Jambul? Yang pasti bebeknya gurih, kesat dan harganya sangat bersahabat. Satu porsi bebek dengan nasi hanya 16 ribu rupiah. Sebagai perbandingan, harga seporsi ayam goreng di dalam klaster Taman Cibodas saat ini harganya juga 16 ribu. Daripada ayam potong, dengan harga yang sama tentu lebih memilih bebek.

Menu favorit saya adalah Bebek Penyet – Bepe. Karena dipenyet maka mempermudah saat menikmati daging bebek. Perlu sedikit usaha untuk menyuwir-nyuwir daging bebeknya.

Daftar menu dan harga Bebek Jambul, Cikarang

Daftar menu dan harga Bebek Jambul, Cikarang

Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Cibodas, Lippo Cikarang.

Pawai seni Reog Ponorogo

Reog Ponorogo di Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Reog Ponorogo di Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Pawai sepeda hias

Pawai sepeda hias Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Pawai sepeda hias Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Lomba mewarnai

Lomba mewarnai - Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Lomba mewarnai – Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Lomba makan kerupuk

Lomba makan kerupuk - Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Lomba makan kerupuk – Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Festival pakaian Nusantara

Pakaian adat nusantara - Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Pakaian adat nusantara – Taman Cibodas, Lippo Cikarang

Salut dengan kerja keras panitia yang mengawal rangkaian acara demi acara sehingga berjalan dengan lancar dan sukses.

Ti tuutt!! Ti tuutt!! Suara pedagang siomay

Malam itu terasa gerah sekali. Pintu rumah kubuka untuk mendapatkan udara segar dari luar. Waktu menunjukkan pukul 21:30 saat suara ti-tuutt! ti-tuutt! terdengar melintas di depan rumah. Aku menengok ke arah datangnya suara dan sempat bertatap muka dengan penjual siomay yang sedang melintas.

Dari sekilas pandangan aku melihat ada sekilas harapan agar aku memanggilnya untuk membeli dagangannya. Sayang sekali aku sudah sangat kenyang. Aku ingat, aku pernah memiliki sekilas harapan tersebut puluhan tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di Sekolah Dasar.

Pedagang siomay ini memang selalu melintas ketika hari sudah malam. Entah dia mulai berjualan jam berapa. Melihatnya masih berkeliling di waktu malam untuk mendapatkan pembeli sering membuatku terenyuh. Di saat sebagian besar orang sudah berada di rumah untuk beristirahat ataupun berkumpul dengan keluarga ia masih harus berkeliling untuk menjemput rejekinya.

Berbeda dengan pedagang yang menetap dan didatangi pelangganya, pedagang keliling adalah orang-orang yang mengandalkan nasib dan peruntungan untuk mendapatkan rejekinya. Pedagang keliling adalah orang-orang yang tawakkalnya tinggi. Mereka memasrahkan rejekinya saat berkeliling berusaha menemukan pembelinya.

Berbeda dengan orang-orang gajian yang bersyukur hanya sebulan sekali saat menerima slip gaji. Pedagang keliling  bersyukur dari tiap lembar rupiah yang didapatkan dari pelanggannya.  Andai dalam sehari para pedagang tersebut melakukan 50 transaksi dan ia bekerja selama 24 hari per bulan maka setidaknya ia telah bersyukur sebanyak 1200 kali dalam sebulan. 1: 1200 sebuah perbandingan yang jauh sekali. Maka jangan heran jika nanti pada saat yaumul hisab mereka melenggang duluan ke surga meninggalkan kita, orang-orang gajian.

Distribusi pendapatan | Berbelanjalah kepada pedagang-pedagang kecil

Saya baru saja menonton video-video dari Varun Pruthi ketika bersepeda di sore hari. Ketika melintas di gerbang Klaster Elysium ketika pandangan jatuh pada seorang kakek yang sedang berhenti membetulkan pikulannya yang berisi sayur-sayuran.

Penjual sayur dan pisang

Penjual sayur dan pisang

Saya tertarik untuk melihat-lihat barang dagangannya. Ada genjer, daun singkong dan dua sisir pisang ambon. Saya tidak mungkin memasak daun singkon dan genjer sebanyak itu. Saya bertanya berapa harga satu sisir pisang hijau. Ternyata murah sekali, hanya 10.000 rupiah. Sementara dengan harga yang sama saya hanya mendapatkan 3 pisang sunpri**.

Pisang hijau

Pisang hijau

Tiba-tiba teringat dengan quote dari salah satu video Varun Pruthi,

We bargain with poor vendors standing in hot sun

But we never bargain with rich vendors in malls/restaurants

Why do we complain about poverty?

When we are the ones who exploit the poor

Strong people don’t exploit others – They help them

Saya langsung merogoh kantong dan mengulurkan uang 10.000 rupiah untuk satu sisir pasang.

Kita harus menghargai usah dan kerja keras kakek ini dalam mencari rejeki yang halal dan bermartabat di mana pada saat yang sama banyak orang yang lebih muda dan segar bugar malah menjadi pengemis.

Lezatnya Bakso Bakar Jagoan dari Malang

Saat mampir ke arena Cikarang Groove Festival saya berkesempatan bertemu dengan rekan kerja yang kini berwirausaha. Cak Andi yang mengibarkan bendera Grup Bu Kaji Kojen membawa salah satu produk andalannya yaitu Bakso Bakar Jagoan. Bakso Bakar Jagoan merupakan hasil inovasi Cak Andi setelah melihat dan mengamati arena perbaksoan di Kota Malang dan Indonesia.

Cak Andi pemilik produk Bakso Bakar Jagoan merupakan orang yang lama berkecimpung di dunia riset dan pengembangan di industri elektronik. Dari pengalaman di dunia riset, Cak Andi konsisten menjaga kualitas dan identitas produknya dengan tag line: tanpa MSG, tanpa pewarna dan tanpa pengawet.

Bakso Bakar Jagoan dari Malang

Bakso Bakar Jagoan dari Malang

Bakso Bakar Jagoan berbeda dengan mainstream bakso yang biasanya berkuah. Bakso Bakar Jagoan lebih mirip dengan sate, hanya saja dagingnya kini berupa bakso alias meatball. Bakso Bakar Jagoan adalah bakso yang dipanggang di atas tungku dengan pemanas yang berputar agar bakso terpanggang merata.

Bakso Bakar Jagoan

Bakso Bakar Jagoan

Bakso Bakar Jagoan sangat terasa dagingnya. Kesat saat dikunyah, berbeda dengan bakso yang terlalu banyak campuran tepung kanjinya. Olesan bumbu yang ditaburi bawang goreng semakin menambah kelezatannya. Tiga tusuk bakso bakar masih terasa kurang  :) Bagi yang suka pedas dijamin bumbu pedasnya mampu membakar lidah.

Bakso Bakar Jagoan - Jagonya Bakso Bakar

Bakso Bakar Jagoan – Jagonya Bakso Bakar